BALADA AJI SOKO

Imamuddin SA

ada yang sulit dipikirkan
diremas akal, dibongkar mata telanjang
kala kegaiban memberantas kenyataan
jawa dwipa jadi tanah persinggahan

seribu pasang nyawa bergelantungan
mengayun lelakonan
melintas belantara
memangkas belukar, menegakkan istanah istirah

laksana guntur mencabik-cabik dada
nyawa meradang, terkulai dari jasadnya
menyelimut ia yang hampa dalam misteri alamnya;
pagi luka, senja pun tiada

aji soko terukir namanya
jadi tumbal kebengisan jawa
terbang dari bagdad mengeringkan darah
melintas batas kesadaran
lewat cahaya kesaktian
bagai peghantar misi teremban

aji soko mengheningkan cipta
menyemedikan jiwa;
ada goresan sungsang
mengerang mendambakan warna kemurahan
dari mereka yang hidup di balik pandangan
dalam gaib reruangan

seribu hewan berjalan mundur dicarinya
selaksa simbol jiwa kalah oleh gaib mayapada
dirajutkan kupat bagai saksi kelepatannya
diikatkan lepet bagai tanda keluputannya

aji soko melenggang menelisik sudut tanah jawa
mengokohkan persembahan di pusar keangkerannya
mengubur satu demi satu segala yang telah tersyariat
berharap prahara tersumbat memadat
meniti lelangkah bersama kedamaian syahadat

Maret 2008, Lamongan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *