SAAT SEBUAH CERITA BERANGKAT DARI REALITAS

Darojat Gustian Syafaat * Lampung Post, 12 Jan 2014 MEMBACA karya enam cerpenis Lampung yang terhimpun dalam antologi Kawin Massal seperti menelusuri setiap renik yang ada di Tanah Lada ini. Meski tak More »

Napak Tilas Sastra Dan Brown: Metamorfosa Seorang Guru

Mugy R. Halalia * pilihanrakyatnews.blogspot.co.id Dan Brown sebagai Novelis misterius, bersinar namanya berkat The Davenci Code. Tiada yang dapat menyangkal bahwa The Davenci Code lah yang mengangkat Dan Brown ke puncak popularitas More »

Sastra Wangi dan Sastra Lendir

Alunk S Tohank * mpusastra.blogspot.co.id Berbicara tentang persoalan sastra, jarang sekali kita mengaitkannya dengan seks. Sastra adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia dan masyarakat melalui bahasa sebagai More »

Sastra dan Kuliner

Yusri Fajar * KOMPAS, 27 Okt 2013 Sastra dan kuliner berhubungan tidak hanya dalam hal yang bersifat material dan fisikal, seperti bagaimana tokoh-tokoh dalam karya sastra mengonsumsi dan menikmati makanan, tetapi juga More »

Upacara bersih desa di Desa Banjarsari

Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun Tulus S Tidak berbeda jauh dengan desa-desa di sekitarnya bahwa Desa Banjarsari sampai sekarang masih melaksanakn tradisi upacara bersih desa. Walau pelaku tradisi tersebut semakin berkurang. Di sisi More »

Monthly Archives: March 2010

Menelisik Pledooi: Pelangi Sastra Malang Dalam Cerpen

Judul Buku : Pledooi: Pelangi Satra Malang Dalam Cerpen
Penulis :Muyassaroh El-yassin dkk
Penyunting : Ragil Sukriwul
Tahun Terbit : 2009
Penerbit : Mozaik Books
Tebal : 126 Halaman
Peresensi : Denny Mizhar*
http://www.malang-post.com/

MALANG adalah kota pendidikan. Hal tersebut ditandai dengan banyak berdiri kampus. Sehingga banyak aktivitas yang berkaitan dengan dunia pendidikan atau kebudayaan seringkali menghiasi kampus. Begitu halnya dengan percaturan sastra di Malang.

Bukan Kutukan Hujan

M Anshor Sja?roni
http://www.jurnalnasional.com/

Akila melongok langit, mendung tebal menggelantung di atas cakrawala seperti arak-arakan kelelawar memenuhi bentangan langit. Nampaknya malam bakal turun lebih cepat. Gelap memenuhi ruangan kamar Akila. Tidak lama lagi hujan bakal turun.

Akila melihat jam dinding kamar, lima belas menit lagi pukul lima. Akila sedang menunggu seseorang. Seorang lelaki yang bakal menikahinya. Sebentar lagi lelaki itu akan muncul di kelokan jalan raya, menuju rumah Akila. Lelaki itu berjanji bakal datang sore ini. Dia ingin mengenalkan diri pada ibu Akila sekaligus melamar Akila.

Menggunting Dingin Pesisir

Mashuri
http://mashurii.blogspot.com/

Setiap menerbangkan layang-layang, aku ingin menjadi layang-layang. Tubuhku bisa mengambang, terbang bebas di udara, lalu memandang ke hamparan laut lepas, dengan pantai-pantai yang terjal. Bisa memandang luas pedusunan dan bukit-bukit kapur. Aku ingin terbang, seperti burung-burung.

Mungkin sejak aku di rahim ibu, aku sudah ditakdirkan untuk memiliki keinginan itu. Ibuku sendiri pernah berkisah, bahwa ketika ia mengandungku ia ngidam makan daging burung dara hutan. Burung dara yang tidak punya rumah dan hidup di hutan-hutan di sebelah desa. Ayahku pun bersusah payah mencarinya, karena untuk mendapatkannya memang tidak mudah.

Bertemu Penyair Semarang

Budhi Setyawan
http://budhisetyawan.wordpress.com/

Dalam acara dinas ke Semarang November 2008, saya telah rencanakan untuk silaturahmi dengan beberapa penyair Semarang. Namun rupanya banyak penyair yang tidak bisa bertemu. Mas Triyanto Triwikromo sedang sakit flu berat, sedangkan mas Handry TM dan Gunoto Saparie sedang ada pekerjaan yang sangat urgen berkaitan dengan deadline berkaitan dengan tugasnya di media. Akhirnya saya hanya bia bertemu dengan Timur Sinar Suprabana di Taman Budaya Raden Saleh. Bertemu di sebuah ruangan, kami mengobrol tentang beberapa hal tentang sastra. Juga pertemuan penyair di Solo beberapa waktu lalu, di mana saya tak hadir karena lagi banyak pekerjaan.

Puisi-Puisi M. Faizi

http://m-faizi.blogspot.com/
Lembar-Lembar Cahaya

Lembar cahaya
dibuka satu demi satu
menyibak rahasia
ke rahasia berikutnya

Dayang-dayang malam
mengipasi bumi dengan hujan buatan:
hujan bintang-bintang,
dan serbuk cahaya bulan