Let’s

Judul: Pesona “Barat”, Analisa Kritis-Historis Tentang Kesadaran Warna Kulit di Indonesia
Pengarang: Vissia Ita Yulianto
Penerbit: Jalasutra
Cetakan: Pertama, 2007
Tebal: 168 hal + xvii
Peresensi: Isma Savitri
http://suaramerdeka.com/

IKLAN produk kecantikan kini makin gencar mempromosikan keelokan kulit putih yang dianggap membawa nilai-nilai “kebaikan” seperti bersih, suci, indah, layak kulit para bangsawan atau priaayi kerajaan. Continue reading “Let’s”

Sembilan Cerita tentang Rakyat

Yenny Shandra Dewi
tempointeraktif.com

Perkumpulan Demos, lembaga kajian demokrasi dan hak asasi manusia, meluncurkan buku kumpulan cerita pendek Cerita tentang Rakyat yang Suka Bertanya di GoetheHaus, Jalan Sam Ratulangi Nomor 9-15, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Buku setebal 186 halaman itu berisi sembilan cerpen yang ditulis oleh sastrawan dan aktivis politik, yakni Martin Aleida, A.S. Laksana, Linda Christanty, Lan Fang, Oka Rusmini, Puthut E.A., FX Rudy Gunawan, Irwan D Kustanto, dan Miranda Harlan. Continue reading “Sembilan Cerita tentang Rakyat”

Pluz Cetak 3000 Komik Wayang Ardisoma

Herry Fitriadi
tempointeraktif.com

Untuk melestarikan kebudayaan Indonesia, Sari Rasa Group bekerja sama dengan Penerbit Pluz mencetak komik epik kolosal Wayang Purwa karya Saleh Ardisoma sebanyak 3.000 eksemplar. Komik itu diluncurkan di mall City Walk Sudirman, Jakarta Pusat, tadi malam. Peluncuran itu disertai diskusi dengan pembicara Iwan Gunawan, kolektor dan pemerhati komik, dan sutradara film Heru S Sujarwo serta dipandu oleh novelis Lisa Febriyanti. Continue reading “Pluz Cetak 3000 Komik Wayang Ardisoma”

Debussy: Sang Pendobrak Romantik

Ismi Wahid*
http://www.tempointeraktif.com/

Saban Sabtu sore sepanjang Maret ini, Komunitas Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengadakan kuliah umum yang membahas tentang musik klasik hingga kontemporer. Materi kuliah disampaikan oleh pengamat musik Suka Hardjana. Pada pekan kedua, materi yang disampaikan bertajuk Musik Klasik dan Romantik, serta Impresionisme.Berikut rangkuman materi bagian ketiga.
***
Pada abad 19, musik Romantik sebagai karya seni yang menuntut ekpresi dan kebebasan memang sedang marak-maraknya. Musik pada zaman itu menjadi falsafah seni, bahkan melebihi karya sastra. Continue reading “Debussy: Sang Pendobrak Romantik”

Bahasa ยป