DUNIA ANOMALI DI MATA MISTIKUS

Nurel Javissyarqi

Setelah aku kirimkan beberapa buku stensilanku kepada saudara Marhalim Zaini di Riau dan Y. Wibowo di Tanjung Karang, Bandar Lampung. Di bawah ini tanggapan Marhalim Zaini lewat sms, lantas aku buatlah surat untuknya:

Ada logika-logika aneh dan asing, ada sentakan pemberontakan yang ajaib, ada teriakan-teriakan keras dan dalam, ada hasrat untuk membangun dunia sendiri. Ada lompatan-lompatan makna dalam bahasa yang berguling-guling, ada jerit dari jerih kata yang diperas berulang-ulang, ada laut yang saling berbalik arah debur ombaknya (via sms, Marhalim Zaini). Continue reading “DUNIA ANOMALI DI MATA MISTIKUS”

Dari Masa Roro Mendut hingga Masa Kontemporer

Tembakau sebagai Penawar Ketidakadilan

S. Jai*
http://ahmad-sujai.blogspot.com/

DOKUMENTARI dengan penekanan sudut pandang humanis (feature) seringkali dianggap sebagai kegagalan film dokumenter. Lalu mengapa saya justru tergelitik menawarkan feature? Salah satunya saya berhasrat menggarap estetika yang tak sepenuhnya feature tetapi juga tanpa meninggalkan esensi dokumenternya yaitu fakta, data, tulisan, artefak demi mempertahankan objektivitas pesan. Film Pita Buta berkisah tentang semangat narator menyelidik alur cukai rokok di Kediri. Continue reading “Dari Masa Roro Mendut hingga Masa Kontemporer”

Kapitalisme dan Zaman yang Psikopatik

Ridwan Munawwar*
http://www.jawapos.com/

KITA hidup di tengah zaman yang psikopatik. Suatu kurun waktu saat ancaman penyakit jiwa selalu mengintai dan datang tak terduga. Sejarah kejiwaan manusia, tampaknya, bergerak seperti medan magnetik, lengkap dengan sisi positif dan negatifnya. Kecanggihan zaman yang membawakan dinamika positif dalam kejiwaan manusia ternyata di sisi lain yang berseberangan juga diimbangi oleh ledakan patologi; timbulnya negativitas dan anomali-anomali kejiwaan yang semakin menemukan bentuknya yang paling tak lazim, ekstrem, dan mengerikan. Continue reading “Kapitalisme dan Zaman yang Psikopatik”

Frida Kahlo Menghela Kadafi

Afnan Malay*
http://www.jawapos.com/

NADI Gallery, Jakarta, 2-17 Maret 2010, mengadakan pameran tunggal Kadafi Gandhi Kusuma bertajuk Membaca Frida Kahlo # 2. Sebanyak 16 lukisan apropriasi dipajang -yang berasal dari foto pribadi atau gubahan atas lukisan Frida- dominasi warna kusam yang memikat. Perhelatan dengan tema yang persis sama pernah dilakukan Nadi pada 2001. Apa yang istimewa dari pameran kali ini? Continue reading “Frida Kahlo Menghela Kadafi”

Bahasa ยป