Malam Penuh Kecoa

Berto Tukan
sinarharapan.co.id

Malam gelap; bulan dan bintang pun tak ada. Alam tak berwarna, hanya gelap. Terlebih di kandang berukuran 3×4 meter yang tak berpenerangan secuil pun itu. Satir dan Tarjo berada di sana, entah karena apa.

Tarikan-tarikan napas pendek, tersengal-sengal, merambah genderang telinga keduanya. Bebunyi napas semakin mendekat! Satir terpaku! Perlahan ia keluarkan pemantik api dari saku celananya. Pemantik dinyalakannya; beribu-ribu kecoa beringsut mendekati mereka. Perlahan-lahan, binatang-binatang kecil menjijikkan mulai mencium-cium sepatu Tarjo, lalu melata naik memenuhi celana. Penghuni tetap tempat sampah menggigit sepatu Tarjo, memamah celana. Tarjo panik! Continue reading “Malam Penuh Kecoa”

Perempuan Air

Suadi Sulaiman Laweueng
http://www.sinarharapan.co.id/

Perempuan itu terus memandang ke sekelilingnya yang telah porak poranda. Setelah kampungnya dibinasakan ombak, dia langsung turun dari gunung menelusuri jalan-jalan yang penuh kenangan, jalan pulang ke rumahnya. Sepanjang perjalanan, setiap jengkal rerumputan yang berdecakan karena basah embun yang belum tersentuh para penyadap getah. Hutan karet bapaknya yang terpaksa dijual ke seorang tengkulak. Continue reading “Perempuan Air”

Di Muka Rumah-Mu Tuhan

Yenny Suryadi
http://www.sinarharapan.co.id/

Lalu beberapa jamaah masjid laki-laki mulai berkumpul dan berbisik-bisik. Mereka benar-benar tidak suka dengan gaya pemuda itu, pura-pura ikut salat magrib dengan memarkirkan sepeda dagangan bakso gorengnya di halaman depan pagar. Padahal sudah jelas-jelas menggantung di pagar besi depan masjid itu tentang informasi mengenai larangan berjualan di depan atau di halaman masjid. Awalnya tidak ada yang terlalu peduli, sampai entah siapa yang memulai, kegelisahan itu perlahan-lahan mengusik para bapak jamaah masjid di kampung itu. Lelaki muda pedagang bakso goreng yang mangkal di halaman masjid waktu mulai menjelang gelap, magrib, sampai masuk waktu isya kini menjadi sorotan mereka. Continue reading “Di Muka Rumah-Mu Tuhan”

SAMPAN

Ahmad Muchlish AR
sinarharapan.co.id

Dua tahun yang lalu, Ayah dan Ibuku meninggal di laut; apabila aku kangen padanya, mengharap belaiannya, aku segera berangkat ke laut karena Ayah dan Ibuku adalah laut itu sendiri.* Kudapati angin, udara, camar, ombak dan buih telah mempelajariku hidup dan bergaul. Atau bahkan pernah aku enggan pergi ke laut karena dalam pikiranku muncul bahwa laut adalah kekejaman.
*** Continue reading “SAMPAN”

Cinta Gila

Heru Kurniawan *
sinarharapan.co.id

“Aku mencintaimu,” kata ini meluncur dari seorang pemuda yang berpakaian rombeng dan belepotan kotor. Ia nyengir, seperti tak ada beban berkata seperti itu. Dan perempuan yang diajaknya bicara hanya cengar-cengir, menggerak-gerakkan tubuhnya yang terbalut kain kotor. Ia senyam-senyum, cengengesan dan mengulum ibu jarinya.

“A…..pa, akang mencintaiku,” kata perempuan itu pelan dan lenjeh, “aku juga mencintai akang,” lanjutnya. Continue reading “Cinta Gila”

Bahasa ยป