Berto Tukan
sinarharapan.co.id
Malam gelap; bulan dan bintang pun tak ada. Alam tak berwarna, hanya gelap. Terlebih di kandang berukuran 3×4 meter yang tak berpenerangan secuil pun itu. Satir dan Tarjo berada di sana, entah karena apa.
Tarikan-tarikan napas pendek, tersengal-sengal, merambah genderang telinga keduanya. Bebunyi napas semakin mendekat! Satir terpaku! Perlahan ia keluarkan pemantik api dari saku celananya. Pemantik dinyalakannya; beribu-ribu kecoa beringsut mendekati mereka. Perlahan-lahan, binatang-binatang kecil menjijikkan mulai mencium-cium sepatu Tarjo, lalu melata naik memenuhi celana. Penghuni tetap tempat sampah menggigit sepatu Tarjo, memamah celana. Tarjo panik! Continue reading “Malam Penuh Kecoa”
