Harimau Kumbang

Romi Zarman
http://www.suaramerdeka.com/

KAU SEBUT harimau mati meninggalkan belang. Lupakah engkau pada harimau kumbang? Tubuhnya tak berbelang. Badannya hitam serupa kumbang. Dan bila kau sudah dikejar, maka tak akan ada jalan keluar. Kemana pun kau menghilang, harimau kumbang akan mengejar. Ia tak seperti harimau belang. Kaubisa saja lari ke atas batang. Tapi tidak untuk harimau kumbang. Ke atas batang sekalipun, ia dengan mudah akan memanjat. Tubuhnya ringan. Tak seperti harimau belang. Continue reading “Harimau Kumbang”

Pulung Gantung

Mahwi Air Tawar
suaramerdeka.com

MARDI tersentak dan lekas beranjak. Sementara, ngiokkeokkoak…, suara burung gagak dari sela balik ranting-ranting kering bergelantungan membuat suasana perkampungan yang sunyi semakin mencekam. Dan sontak, setelah tak seberapa lama jedah dari suara burung gagak itu, terdengar suara lecutan rotan disertai lengking panjang seseorang. Continue reading “Pulung Gantung”

Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga

Gunawan Tri Atmojo
http://suaramerdeka.com/

TAK pernah terlintas sedikit pun di benakku untuk mengusut kekeliruan penciptaan apalagi sampai menyalahkan Sang Pencipta atas segala yang menimpaku, karena aku yakin, bahwa Ia memang Maha Sempurna. Bahkan ketika Ia menciptakan mahkluk kurang lengkap sekali pun, aku percaya ada kesempurnaan di balik ketidaklengkapan itu. Tuhan tak mungkin lupa menyisipkan kebahagiaan di garis tangan. Semua sudah tersurat dengan akurat dalam bingkai takdir. Ya, takdir. Aku selalu merasa nyaman bila mendengar kata itu. Kata itu selalu dapat melipur lara dengan caranya sendiri yang sederhana. Continue reading “Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga”

Ke Ujung

Rieke Saraswati
http://suaramerdeka.com/

MAKA anak lelaki itu berjalan dan menyalakan televisi dengan remote. Gambar sepia menguakkan suatu tempat yang begitu dekat. Mitya dan Sang Pendidik.
Siapa namamu?
Mitya menjawab dengan gugup, D.. d .. d .. dmitry. Tubuhnya menggigil hebat. Kerongkongannya terpecut seolah diremukkan oleh sesuatu yang jauh lebih kuat.
Sang Pendidik menggelengkan kepalanya, sedikit mendecit. Ia membalikkan tubuh Mitya ke samping dengan sabar, mengangsurkan tangan kanannya ke belakang kepala Mitya. Perlahan tubuh Mitya oleng seakan memainkan gerakan mundur yang sangat lambat. Continue reading “Ke Ujung”

Bahasa ยป