Posted by PuJa on April 30, 2010
http://sastrakarta.multiply.com/ SULUK BALADEWA Apa guna makutharama Bila hanya memperpanjang usia percuma Sebab mahalnya harga diri ksatria Dijual di pasar baratayuda Adinda Kresna, mengapa kau musti menipu Memintaku bertapa di Grojogan Sewu Meski aku sebagai senopati Kurawa Pandawa kalis dari kesaktian nenggala
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on
http://sastrakarta.multiply.com/ WAKTU DOA DI PAGI BUTA Waktu doa di pagi itu, di antara lumut hijau yang beku aku terbangun dan gagap, kata-kata jadi lenyap tak ada lidah untuk bertanya pada segala kenapa gempa dan ombak itu bergolak menangkup rahasia el-maut di tengah kota
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on
http://sastrakarta.multiply.com/ SELEMBAR DAUN JATI Selembar daun jati gugur jeritnya terdengar parau sampai ke hati. Seperti derit daun pintu yang pelan-pelan mengatupkan aku!
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on
http://sastrakarta.multiply.com/ ZIARAH DOA Dan doa adalah Persembahyangan dalam ziarah Menali hasrat penuh sedekap Bersujud diri merambah akrab Lalu salam sewangi kembang Bagi kiri kanan tiada pandang Dan zikir senantiasa sumilir Mengalirkan cinta dari hulu hingga hilir
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on
http://sastrakarta.multiply.com/ CELANA IBU Maria sangat sedih menyaksikan anaknya mati di kayu salib tanpa celana dan hanya berbalutkan sobekan jubah yang berlumuran darah. Ketika tiga hari kemudian Yesus bangkit dari mati, pagi-pagi sekali Maria datang ke kubur anaknya itu, membawa celana yang dijahitnya sendiri dan meminta Yesus mencobanya.
Filed under: Puisi
1 Comment »
Posted by PuJa on
http://sastrakarta.multiply.com/ Pada Bola Matamu, Gadis Rembulan Tak kutahu darimana datangmu hai, gadis rembulan. Tiba-tiba saja, di antara sesap senyap malam, kutemukan dirimu. Pada bola matamu kulihat cinta bermekaran bagai kupu-kupu kuning kemilau, menyeruak, menyilaukan mata, mata hatiku. Oh, gadis rembulan inikah lagi yang namanya cinta yang kau tuangkan ke dalam cangkir dan gelas-gelas dahaga hidupku [...]
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on
http://sastrakarta.multiply.com/ Siapakah Aku di antara bunyi yang sepi kulewati jalan setapak ini tak kan jejakku berpaling pada kasih pengembara disini ada setumpuk lengking yang bisik seperti wajah orang dengan kerut-kerut tuanya memandang bulan mengaca di telaga
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on
http://sastrakarta.multiply.com/ Berguru Kepada Batu-batu sebab kenyataan hidup seringkali luput dari segala yang engkau angankan panas-hujan senantiasa luput dari hitungan ketika kini putaran musim kehilangan irama maka bergurulah kepada batu biarlah ia akan mengajarkan kepadamu : tentang kearifan
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on April 29, 2010
http://sastrakarta.multiply.com/ APEL DAN GADIS Apel merah matang mengeras di dada gadis mungkin dirabuk pakai kosmetik kadang nampak lembek bagai ilham yang sulit menangkap teka-teki kukunyah dagingnya dan si gadis pun mengejap bodoh mengapa ia tak mengumpatku “bangsat”
Filed under: Puisi