Menemurupakan Gus Dur

Wahyudin *
jawapos.co.id

TAHUN 2009 ditutup dengan Kiai Haji Abdurrahman Wahid atau Gus Dur wafat. Itu tentu saja merupakan sebuah tutup tahun yang mengagetkan, menusuk kalbu, dan menerbitkan dukacita.

Gus Dur mengembuskan napas terakhir dalam umur 69 tahun di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, 30 Desember 2009, sekitar pukul 18.45. Berjuta orang percaya bahwa jika ajal menjelang, tak ada sesiapa pun yang kuasa menunda atau memajukannya walau sesaat. Namun, tetap saja kematian cucu Kiai Haji Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdatul Ulama, itu terasa mengejutkan. Continue reading “Menemurupakan Gus Dur”

Bali Utara Membara

Sunaryono Basuki Ks*
http://www.jawapos.co.id/

NGURAH Suryawan menekuni sejarah sosial, politik, dan kebudayaan. Tesis S-2 yang diajukan ke Program Kajian Budaya Universitas Udayana menghasilkan buku ini. Buku ini terasa unik karena diperkuat dukungan dua tokoh Buleleng, Bali Utara, yakni Ida Bhagawan Dwija dari Geriya Taman Sari, Lingga, Singaraja, Buleleng, dan Dr I Gede Made Metere, rektor Universitas Panji Sakti, Singaraja, Buleleng. Masalah yang dikupas memang mengenai genealogi kekerasan di Buleleng, Bali Utara. Continue reading “Bali Utara Membara”

Membongkar Gerakan Wahhabi

Ali Usman*
http://www.jawapos.co.id/

KECURIGAAN banyak orang terhadap ideologi wahhabi yang diduga menjadi induk semang atas tindak kekerasan atau teror atas nama agama di belahan dunia mendapat perhatian sejumlah kalangan, baik dari agamawan, aktivis sosial, dan bahkan pengamat politik. Gerakan wahhabi sebenarnya merupakan langgam lawas, tetapi pemunculannya selalu aktual, karena dikait-kaitkan dengan setiap tindak kekerasan yang mengatasnamakan agama. Continue reading “Membongkar Gerakan Wahhabi”

RONTAAN TANAH IBU

Sabrank Suparno *

Surat-surat luapan keluh

Ayah… Bunda.., kalian tau gak! Sekarang aku bagaimana? dan ada di mana? Dalam kembara rantauku, jauuuh sekali. Mengelanai ruang-ruang hampa. Ahirnya aku sampai di suatu tempat yang tak bernama. Tempat ini sunyi, pengap, pekat, sesak, berdinding plasma yang buntu, tak bercerca, tak berjendela. Berjuta tahun aku disini sendirian. Sepi… Ayah… aku takut.! Kian hari kian mencekam Bunda…! Continue reading “RONTAAN TANAH IBU”

Bahasa ยป