Puisi-Puisi Dwi S. Wibowo

http://sastrasaya.blogspot.com/
ode bagi hutan

bukan semak
tanpa ada pilihan jalan lain

meski rimbun pohonan
jadi peneduh sepanjang perjalanan
namun akar yang berserak
bersaudara dengan ular
dan kalajengking

daun-daun
satu persatu jatuh berguguran
diterpa angin.

sajak tanpa nama
buat oshino ester

ini bukan kali pertama kau datang kemari,
sebab beberapa waktu lalu kau sempat bercerita
tentang perjalananmu yang terdahulu.

dulu kau cerita begini:
“dua kali aku berjalan lewat jalanan yang sama,
dua kali itu pula kakiku berdarah sebab menginjak kerikil tajam
yang terhampar di atas aspal.”

aku sempat bertanya iseng
“kenapa tak kau pakai alas?”

namun kau hanya tertawa terbahak.

lalu kau lanjutkan ceritamu
“perjalanan ini yang menjadikan aku sosok dewasa,
lewat jalanan ini hanyalah bagian dari proses belajar,
belajar menjalani hidup”

ganti aku yang tertawa
bukan sebab ceritamu, namun tergelitik pertanyaan
“apa mungkin kau lewat jalanan ini lagi?”.

denpasar
:frischa aswarini

kedatanganku haru,
kepulanganku pasi.

aku datang membawa harap akan dirimu yang sebelumnya tak pernah singgah di batinku
dengan beragam keinginan akan sendu langit menari
di bait-bait tembang yang kudengar kala itu
di pendopo itu
tempat pertama kita berjumpa, ketika kuulurkan tangan meminta salam
dan kau sambut dengan senyum. hatiku luluh seketika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *