Lembaga Pemantau Plagiarisme?

(catatan tambahan untuk M. Mushthafa)
Aminudin Rifai*
http://www.jawapos.co.id/

PLAGIARISME dan komunitas akademik yang sekarat sebetulnya adalah persoalan yang sudah usang dibicarakan, keprihatinan yang sudah endemis, tapi sampai sekarang kita tidak bisa juga mencarikan jawaban untuk mengobatinya. Belum lagi jika kita juga digelisahkan oleh makin banyaknya para akademisi yang lebih silau dunia politik praktis. Apakah itu berarti tengah terjadi disorientasi tradisi di masyarakat keilmiahan Indonesia? Continue reading “Lembaga Pemantau Plagiarisme?”

Suara Serak di Seberang Radio

Zelfeni Wimra*
http://www.jawapos.co.id/

Menjelang tengah malam di pondok perebus air nira, udara dingin akan mengalah pada nyala api di tungku. Selain rungut sekawanan kera mempergelutkan cabang tempat tidur, gelegak air nira dalam kancah berebut dendang dengan suara yang ditimbulkan getar sayap belalang di rimbun belukar. Bagi Yarman, pada saat-saat begini, menyeruput tengguli bercampur santan dan menyantap sepotong ketela yang matang dalam rebusan air nira belum terasa lengkap bila tanpa menghidupkan radio National dua band yang sengaja ia gantungkan di paku yang tertancap pada tiang pondok itu. Continue reading “Suara Serak di Seberang Radio”

Sajak-Sajak Mashuri

jawapos.co.id

Berguru pada Hujan

tidakkah kau tahu, betapa rintik itu ‘lah menikam dadaku
sebentuk jarum yang runcing, dingin
menggigilkan segala dedahan, dedaun, rimbun tubuhku
hingga segala seakan hancur
dan tak terkenali kembali, lebur
tapi aku masih ingin menyapamu dengan sederhana
seperti dahi pada lantai, seperti matahari pada bumi
seperti telapak kaki pada tanah basah… Continue reading “Sajak-Sajak Mashuri”

L a n d o

Ucu Agustin*
http://www.jawapos.co.id/

KONONmereka ber-ibu buih dan ber-ayah ikan. Itulah mengapa mereka lebih suka hidup di air dan di antara kapal-kapal… Bila mereka menginjakkan kaki di darat, mereka akan sulit berjalan. Langkah mereka terlihat seperti bukan langkah manusia, dan saat mereka berlari, kaki serta tangannya akan bergerak seolah sedang menyibak air di antara gelombang. Rambut mereka licin seperti rumput laut dan kulit mereka kebal seperti kerang. Suara mereka sangat kuat. Mereka biasa teriak. Dan bila mereka berteriak di dalam rumah, seisi kampung konon bisa mendengarnya… Continue reading “L a n d o”

Sang Maestro Seni Lukis Naturalis-Realis Indonesia

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=486

Basoeki Abdullah lahir di Surakarta, Jawa Tengah 25 Januari 1915 ? meninggal 5 November 1993. Maestro seni lukis naturalis-realis Indonesia. Pelukis resmi Istana Merdeka, karya-karyanya menghiasi ruang kepresidenan dan dikoleksi diberbagai penjuru dunia. Bakat dari sang ayah Abdullah Suryosubro, pelukis juga penari. Kakeknya tokoh Pergerakan Kebangkitan Nasional 1900-an, Doktor Wahidin Sudirohusodo. Sejak usia 4 tahun gemar melukis tokoh: Mahatma Gandhi, Rabindranath Tagore, Yesus, Krishnamurti. Continue reading “Sang Maestro Seni Lukis Naturalis-Realis Indonesia”

Bahasa ยป