Menari di Padang Prairi

Abidah El Khalieqy
http://www.jawapos.co.id/

OKE! Aku menyerah. Teruslah menari seluas padang prairi. Karena kau adalah benih adalah hujan adalah angin dan matahari. Tunas cinta menyembul darimu per detik. Tak ada jemu. Meski telah kubabat rumputan sabanamu, kuluapkan sungai-sungaimu hingga kering dan kutebas pohonan rimba rayamu. Meski telah kututup pintu-pintu dan kukafani sejarahmu. Meski telah kuhapus huruf-huruf yang mengisahkan namamu. Continue reading “Menari di Padang Prairi”

Nyanyian Kesunyian

Denny Mizhar

Malam dengan dinginnya memeluk tubuhnya, di halaman rumah yang dulu biasa digunakan untuk bertemunya para penyair. Mereka saling mengadu argumentasi dan mendiskusikan realitas yang terjadi di sekitarnya, lalu dijadikan bahan membuat sajak-sajak ataupun esai.

Rumah yang memiliki halaman lua sebagai tempat menaruh padi dan hasil kebun ketika musim panen tiba. Tidak seperti dulu lagi, sekarang sepi dan sunyi. Continue reading “Nyanyian Kesunyian”

Kearifan Buku yang “Bukan Buku”

Mursyid Burhanuddin
http://www.jawapos.co.id/

AKHIR-akhir ini, pikiran saya tertuju pada derasnya naskah kumpulan tulisan yang minta diterbitkan. Saya sampai berpikir, apa penulis kita hanya mampu menulis yang pendek-pendek atau justru pembaca lebih menikmati buku dengan format seperti itu?

Akhirnya saya maklum, banyak sebab sebuah buku bisa laris. Tak selamanya disebabkan faktor intrinsik buku itu sendiri. Continue reading “Kearifan Buku yang “Bukan Buku””

Bahasa ยป