Cekik

Beni Setia *
suaramerdeka.com

PINTU terbuka. Lelaki langsing hanya berkaus masuk, dengan secangkir kopi dan rokok terselip di bibir. Ia menutup pintu dengan sepakan kecil kaki kiri. Melangkah tenang, nyaris tanpa bunyi debap sepatu. Meletakkan cangkir kopi -ruapnya menimbulkan kesan intim ruang tamu, dan bukan ruang interogasi. Menarik kursi. Duduk. Memainkan ujung bara, membersihkan sisik sisa pembakaran yang siap luruh jadi abu. Continue reading “Cekik”

Etos Kreatif, Ziarah Diri

Riadi Ngasiran
http://www.jawapos.co.id/

SAAT ini, di sini, adalah rupa… Karya seniku sebuah cerminan dari pengetahuan intelektual dan pengetauan empiris yang sangat intuitif dan selalu mengalir.”

Demikianlah kredo seni rupa Herman ”Beng” Handoko atau Herman Beng, mengantarkan pameran tunggalnya bertajuk To be Myself, yang berlangsung sejak 6 Mei lalu di Museum of Mind (MoM) -sebuah ruangan di bekas gedung Museum Mpu Tantular, Surabaya. Continue reading “Etos Kreatif, Ziarah Diri”

Mengenang Sjahrir via Puisi Chairil

Moh. Samsul Arifin
jawapos.co.id

BUNG, aku bisa merasakan luka yang merasuk hingga tulang-tulangmu. Juga, luka yang menular di sekujur orang-orang terdekatmu: Siti Wahjunah, Soedjatmoko, dan dua anakmu -Kriya Arsyah (Buyung) dan Siti Rabyah Parvati (Upik). Saat kau ditahan di Rumah Tahanan Militer di Jalan Budi Utomo, Jakarta, kau menghuni kamar sempit dan lembap. Continue reading “Mengenang Sjahrir via Puisi Chairil”

SIMBOLISME PETAK—UMPET

: “MENGUAK—NEGERI AIR MATA” ABDUL KADIR IBRAHIM

Maman S. Mahayana *

Melayu dengan tradisi panjang kesusastraannya, hingga kini tetap kokoh menjadi bagian kesusastraan Indonesia. Dalam peta perkembangan kesusastraan Indonesia, dunia Melayu dengan keagungan ketamadunannya—tidak hanya menempatkan diri sebagai cikal-bakal bahasa dan kesusastraan Indonesia, tetapi juga terus-menerus ikut menyemarakkan capaian-capaian estetiknya. Lihat saja capaian estetik yang dipancangkan Ibrahim Sattah yang kemudian menjadi makin kokoh melalui Sutardji Calzoum Bachri. Dua penyair penting ini, tempatnya menjadi begitu khas, unik, dan nyeleneh sendiri, sehingga posisinya seperti tidak dapat lagi digoyahkan. Continue reading “SIMBOLISME PETAK—UMPET”

Bahasa »