Ismael, Penjahit Hati

Ucu Agustin
http://suaramerdeka.com/

Kekasihku bilang padaku ia memerlukan aku. Maka kurawat baik-baik diriku. Dan aku berhati-hati ke mana saja pergi. Takut kalau-kalau setetes air hujan akan membunuhku.1

KARENA aku mau berpelukan selama sisa hidupku dengan orang yang kucintai, karena tak pernah kucintai seseorang sedalam itu, karena hatiku pernah teriris dan pecah, karena Ismael telah menikah dengan ombak, dan ribut angin laut tak bisa membawanya kembali ke pesisir pantai, mengirimkan lagi dalam bentuk buih yang menjelma menjadi seorang pria yang ke mana-mana selalu membawa benang halus yang terpintal tebal, Continue reading “Ismael, Penjahit Hati”

Ibu dan Tikus

Ratih Kumala *
suaramerdeka.com

TIDAK ada yang salah pada Ibu. Juga tidak ada yang salah pada tikus kecil itu. Ibu membenci tikus itu, dan kupikir kalau tikus kecil itu bisa berbicara tentu dia akan berkata bahwa dirinya juga membenci Ibu.

Suatu hari Ibu tiba-tiba menjadi lebih bersemangat dari biasanya, “Ada tikus! Kecil tapi nakal. Akan kutangkap,” ujarnya. Continue reading “Ibu dan Tikus”

Dongeng Hujan

Dwicipta
http://suaramerdeka.com/

PADA mulanya hujan. Lalu lelaki tua itu akan mengeluarkan sebuah kursi kayu dari dalam rumah dan ditaruh di beranda. Ia menjatuhkan pantat kering di permukaan kursi, dan memanggil cucu kesayangan yang telah ditinggalkan kedua orang tua sejak kecil. Anak lelaki berusia tiga belas tahun itu akan mengerti arti panggilan kakek. Ia datang dengan membawa secangkir kopi dan rokok yang digulung dengan daun jagung. Selanjutnya, lelaki tua itu akan memandangi tetes-tetes air hujan dengan seksama, terus menerus, sampai berhenti. Continue reading “Dongeng Hujan”

Bahasa ยป