Pengadilan Puisi: Diskusi Sastra Lucu tapi Serius?

Kurniawan Junaedhie *
suarakarya-online.com

Pengadilan Puisi yang digelar di oleh komunitas Tangerang Serumpun awal Maret lalu bukan hal baru. Ini hanya mengingatkan pada serangkaian peristiwa budaya sejenis yang sudah banyak digelar tanah air. Sebutlah Pengadilan Puisi Yayat Hendayana pada tahun 2005 dan Pengadilan Puisi yang diselenggarakan di Taman Budaya Jawa Timur pada tahun 2002. Sesuai namanya, semua acara ini, meski menyajikan materi yang serius, lebih sering mengundang tawa. Continue reading “Pengadilan Puisi: Diskusi Sastra Lucu tapi Serius?”

Maryamah Karpov Pemungkas Laskar Pelangi

Sunaryono Basuki Ks
http://www.suarakarya-online.com/

Setelah mendapat kepuasan bathin membaca Bilangan Fu karya Ayu Utami yang akhirnya menyabet Khatulistiwa Literary Award tahun 2008, tidak boleh tidak harus kita akui kepuasan serupa datang setelah merampungkan membaca keempat novel dalam Tetralogi Laskar Pelangi.

Setelah beberapa lama menunggu sejak terbitnya Edensor (Mei 2007), buku ketiga dari tetralogi itu. Laskar Pelangi (LP) sendiri terbit September 2005, dan pada November 2007 sudah mencapai cetakan empat belas. Continue reading “Maryamah Karpov Pemungkas Laskar Pelangi”

Melirik Buku Baru Evi Idawati: Mencintaimu

Agus Sunarto
http://www.suarakarya-online.com/

Cinta merupakan salah satu tema besar yang tidak akan habis dieksplorasi dalam penciptaan karya seni. Terlebih di dalam puisi. Hampir semua penyair menuliskan pemahamannya tentang cinta. Baik sebagai wahana ekspresi ataupun sebagai satu cara komunikasi penyair terhadap realitas di sekelilingnya. Berbicara tentang cinta bukan hanya berbicara tentang bahasa ungkap yang dimiliki perorangan atau personal tetapi sudah menjadi bahasa yang universal. Continue reading “Melirik Buku Baru Evi Idawati: Mencintaimu”

Memahami Makna Parodi dalam Puisi

Noorsam
http://www.suarakarya-online.com/

Parodi bersandar pada wilayah yang telah mapan. Penggunaan parodi, oleh karena itu, sering ditujukan untuk kritik. Membongkar wilayah kemapanan subyek. Sasaran dijatuhkan melalui perangkat kepemilikan sendiri. Semisal pertarungan silat, parodi persis ilmu “lampah lumpuh” dalam serial “Tutur Tinular”, yakni tenaha untuk menjatuhkan dirinya sendiri. Continue reading “Memahami Makna Parodi dalam Puisi”

Pasar Sastra

Bandung Mawardi
suarakarya-online.com

Nasib sastra di negeri ini masuk dalam pasar dengan pelbagai sensasi dan ironi. Keluhan buku sastra tidak laku mulai dihajar dengan politik best seller atau mega best seller. Kuantitas penjualan menjadi pamrih. Konsekuensi dari model ini adalah perebutan konsumen dan jerat loyalitas. Gairah pasar sastra dibentuk untuk mengesahkan sirkulasi modal. Pamrih atas sebaran makna kualitatif kerap direalisasikan sebagai sampingan karena pasar ramai oleh ekstase artifisial dan kesemuan. Continue reading “Pasar Sastra”

Bahasa ยป