Puisi-Puisi Eka Fendri Putra

http://www.suarakarya-online.com/
Nyanyian Kata

Berapa usia kata-kata? Pepatah dan petitih?
Tua betapa pun tak renta, tak mengenal ajal
Jajaran rumah sepanjang lorong, sawah di lereng,
ladang di bukit dan munggu pemakaman bertanda batu
Dan bunga puding hitam, tanah, kerikil di atasnya
Selalu ada yang bisa lain, padanglah puputan angin
Jawaban, sepertinya, ada di sana Continue reading “Puisi-Puisi Eka Fendri Putra”

KEDUDUKAN PARA PRIYAYI DALAM PETA NOVEL INDONESIA MODERN

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Umar Kayam dalam peta kesusastraan Indonesia mencuat namanya ??terutama?? karena cerpen panjangnya ?Sri Sumarah? dan ?Bawuk? (1975) serta beberapa cerpen lainnya yang dimuat di majalah Horison. Kini ia telah meninggalkan kita dengan sejumlah warisan berupa sejumlah cerpen, buku esai, dan dua buah novel: Para Priyayi (Pustaka Utama Grafiti, 1992) dan Jalan Menikung (2001). Jika dalam peta cerpen, ia berhasil mengangkat kultur Jawa dengan sangat meyakinkan, lalu bagaimana pula dengan novelnya, Para Priyayi? Tulisan ini coba menempatkan Para Priyayi (selanjutnya disingkat: PP) dalam peta novel Indonesia mutakhir. Continue reading “KEDUDUKAN PARA PRIYAYI DALAM PETA NOVEL INDONESIA MODERN”

Empat Cerpenis Luncurkan Antologi Cerpen

Susianna
suarakarya-online.com

Meskipun komunikasi cerita melalui dunia maya semakin marak, namun cerita pendek (cerpen) dalam bentuk buku atau antologi tetap berkembang. Paling tidak bisa dilihat pada peluncuran kumpulan cerita pendek empat cerpenis bertajuk “Tukang Bunga & Burung Gagak”, di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, belum lama ini. Continue reading “Empat Cerpenis Luncurkan Antologi Cerpen”

Bahasa ยป