Sajak-Sajak Anis Ceha

http://media-sastrajatim.blogspot.com/
KETIKA KAU DATANG

Ketika kau datang mendadak hujan,
angin bertiup muntahkan akar pohon dari liang.

Ku tutup tirai, namun angin semakin kencang,
berlari debu-debu kalah lalu sembunyi
pada balik bilik baun-daun bergoyang
sewaktu gunung muntahkan lahar gelombang.

Ketika kau datang,
riak mendekap hangat ketiak,
embun-embun lenyap tersekat pekat,
mega putih mendadak sekarat.

050802

WAKATOBI

Bukan mimpi ngeri,
ketika semua datang dari hati;
Jalanan terbuka menata hari,
dipunguti angan di seberang kali.

Airnya jernih kembang karang purbawi
diiringi seliut kepak warni
terkena mentari cahyanya menjuntai ikal,
berhasrat menjamah pertiwi
namun tangan terlalu kaku,
tak tega jika harus menjerit berulang-kali.

Maka dibiarkan meradang karang-karang,
indah wangi-mewangi;

Kalidupa, Tomia, Binangko
serta nyanyian indah Wakatobi,
tertata dari hati dalam buai setiai kasih;
Mentari dia atas Hoga, mimpi indah wakatobi.

050924

PULANG

Pengantinnya telah di rias harum melati,
bau cemara tebarkan aroma gunung lestari
pepuncaknya tertutup kabut
dan kau serahkan rindu pada kalut.

Lelakinya belum datang,
padahal telah disiapkan perapian bagai kukusan.

Lupakah ia jalan pulang?
sebab tak lagi berpohon rindang.
?Pengantinnya telah dirias rupa mega jadi durga,
putih melati berubah kamboja??

Lelakinya datang berkeranda bertabur ilalang
disanggul hitam awan,
senyumnya meradang penasaran.

050925

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *