Jejak Ditam

Abdullah Khusairi*
http://www.jawapos.co.id/

INILAH malam yang sangat runcing bagi Ditam. Menusuk hulu jantung menembus sukma. Mengalirkan darah dan resah. Malam juga mendenging bersama suara jangkrik. Ditingkahi dengkur suaminya yang sedang lelap tanpa mimpi. Dalam remang kamar, ia melihat wajah laki-laki itu sangatlah lelah. Maklum setelah seharian tadi bekerja sebagai kuli bangunan.

Bulan disimpan awan. Sepertinya sebentar lagi akan turun hujan. Ditam berusaha berdiri di keremangan kamar. Betapa yakin hatinya, laki-laki itu takkan terjaga. Continue reading “Jejak Ditam”

Cinta pada Musim Kolera

Gabriel Garcia Marquez
Penerjemah: Anton Kurnia
suaramerdeka.com

IA tak pernah bepergian jauh sebelumnya. Ia membawa kopor seng berisi pakaian, novel-novel grafis yang dibelinya setiap bulan, dan buku-buku berisi puisi cinta yang ia kutip dari ingatan dan nyaris rusak karena terlalu sering dibaca. Ia tak membawa serta biola miliknya karena benda itu dekat dengan nasib sial, tetapi ibunya memintanya membawa petate, sebuah tempat tidur gantung lipat dengan bantal, selimut, dan kelambu yang terkemas rapi. Continue reading “Cinta pada Musim Kolera”

PROBLEM EKSISTENSIAL CINTA TAI KUCING!?

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

?Realitas manusia adalah bebas, pada dasarnya dan sepenuhnya bebas!? demikian semangat yang dikumandangkan Sartre. Hanya dengan kebebasan, manusia akan menyadari eksistensinya, dan sekaligus dapat membentuk individu yang berpribadi. ?Jadilah diri sendiri, dan hiduplah sebagai manusia unggul!? begitulah penegasan Nietzsche dalam fatwa eksistensialismenya. Meski disadari tidak ada kebebasan mutlak, bagi seorang eksistensialis, independensi merupakan hal yang mutlak perlu. Tanpa itu, ia akan kehilangan kebebasannya dan akan tetap meringkuk dalam ketiak individu lain. Itulah problem eksistensial yang tampak dalam diri hampir semua tokoh cerpen antologi Cinta? Tai Kucing! karya Maroeli Simbolon (Yogyakarta: Jalasutra, 2003; ix + 152 halaman). Continue reading “PROBLEM EKSISTENSIAL CINTA TAI KUCING!?”

PERTUKARAN PENDAPAT ANTARA GOENAWAN MOHAMAD DAN PRAM

http://www.facebook.com/note.php?note_id=67181919697
NB: betapa superfisialnya retorika Neo Pujangga Baruisme Goenawan Mohamad dibanding bahasa otobiografis Pramoedya Ananta Toer! Kita bisa gampang menilai siapa yang cuma berbasa basi dalam pertukaran pendapat di bawah!!!
-saut situmorang
==============

Surat Terbuka buat Pramoedya Ananta Toer
TEMPO, Edisi 000409-005/Hal. 96 Rubrik Kolom Continue reading “PERTUKARAN PENDAPAT ANTARA GOENAWAN MOHAMAD DAN PRAM”

Sajak-Sajak Saut Situmorang

SAJAK MIMPI (buat Wiji Thukul)

Indonesia adalah sebuah negeri tropis, terdiri dari ribuan pulau besar kecil, dikelilingi laut berair biru berombak putih di pantai, penuh ikan macam macam, negeri tropis punya hutan rimba tropis, penuh makhluk hidup macam macam, bergunung gunung tinggi, gunung berapi dan yang tak berapi, punya danau danau biru besar kecil, penuh ikan macam macam, punya sungai sungai besar kecil panjang pendek, berair tidak hitam tidak kuning kotor, penuh ikan macam macam, punya cuma dua musim tidak satu tidak tiga tidak juga empat, cuma dua musim satu tahun, enam bulan turun hujan dan enam bulan turun bukan hujan, punya satu matahari tropis, matahari bulat besar panas merah tidak gepeng tidak biru tidak dingin tidak beku, matahari yang ingat waktu, Continue reading “Sajak-Sajak Saut Situmorang”

Bahasa ยป