Nilai Budaya dalam Bahasa Gambar Garin Nugroho

Eka Fendri Putra
http://www.suarakarya-online.com/

Beberapa waktu lalu, dalam sebuah diskusi tentang televisi, seorang peserta melontarkan pertanyaan. Kegelisahan yang dilontarkan adalah, kenapa belakangan ini, iklan televisi mempunyai tren yang sama. Tren dalam mengemas bahasa visual yang sama.

Semuanya nampak seragam. Ujung-ujungnya menyepakati, bahwa iklan televisi yang acapkali muncul belakangan ini, agaknya mengambil teknis tutur gambar yang sama. Pengambilan angle camera, hampir seragam. Continue reading “Nilai Budaya dalam Bahasa Gambar Garin Nugroho”

Mata Sastra Tak Melirik Mata Uang?

Binhad Nurrohmat
http://cetak.kompas.com/

Ada ungkapan dalam khazanah tradisi Jawa: sugih tanpa banda (kaya tanpa harta). Rasa ungkapan itu ?non-materialistik? dan kontradiktif sebab makna umum ?kaya? identik dengan ?harta?. Ungkapan bervisi etika itu bagi common-sense modern bisa dianggap cuma pelipur kemelaratan atau dalih ?romantisme kemiskinan?. Dalam konteks sejenis, ada ungkapan lain dalam khazanah tradisi kita yang dianggap ?realistik? bagi nalar modern lantaran bervisi pragmatis: kalau ada uang di pinggang, dunia sempit menjadi lapang. Continue reading “Mata Sastra Tak Melirik Mata Uang?”

Pengajaran Sastra Masih “Diomprengkan”

Gunoto Saparie *
suarakarya-online.com

HARUS diakui, program pengajaran apresiasi sastra Indonesia yang dipadukan dalam mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia masih kurang menarik bagi para siswa. Penyebab kurang menariknya pelajaran apresiasi sastra Indonesia di antaranya cara guru mengajar yang tidak memotivasi siswa, kurang akrabnya siswa dengan karya sastra. Hal itu disebabkan kurang terbinanya pengajaran apresiasi sastra Indonesia dengan baik. Continue reading “Pengajaran Sastra Masih “Diomprengkan””

Buku dari Koran

Ahmadun Yosi Herfanda
infoanda.com/Republika

Ada hubungan yang menarik antara dunia perbukuan, khususnya buku sastra, dengan surat kabar (koran). Banyak sekali buku sastra yang terbit di Indonesia –baik kumpulan cerpen, esai, puisi, maupun novel– berasal dari karya-karya yang telah dipublikasikan di surat kabar.

Karya-karya sastra tersebut umumnya sengaja ditulis untuk rubrik-rubrik sastra di surat kabar, kemudian disunting dan diterbitkan menjadi buku. Banyak di antaranya bahkan menjadi buku penting, fenomenal, dan bestseller. Sebut saja, misalnya, Ca Bau Kan karya Remy Silado dan Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy — keduanya pernah dimuat sebagai cerita bersambung di Harian Republika. Continue reading “Buku dari Koran”

Menggairahkan Sastra Indonesia

Suyanto, M.Si
radarbanyuwangi.co.id

Saya teringat dengan banyak pesan Taufiq Ismail (sastrawan nasional yang kini menetap di Menteng-Jakarta Pusat) dan beberapa tokoh dunia peduli sastra lainnya yang telah diukir oleh sejarah dunia, bahwa, (1) “hidupilah sastra di Indonsia, karena banyak siswa kita sudah sangat rabun pada sastra”, (2) Umar bin Khatab RA, “ajarkanlah sastra pada anak-anak kalian karena sastra akan mengubah jiwa pengecut menjadi pemberani?” (3) petuah bijak yang menyatakan, bahwa “air bagi ikan bahasa bagi manusia, oksigen bagi ikan sastra bagi manusia”. Continue reading “Menggairahkan Sastra Indonesia”

Bahasa ยป