Cermin

Agus B. Harianto

Cermin itu telah retak. Retakannya membentuk garis tak beraturan. Layaknya pantulan petir menyambar pepohonan. Sebuah garis tak beraturan memisahkan dua sisi retakannya. Dari pojok kanan atas. Memecah keutuhan cermin hingga kiri bawah. Tak ayal lagi, bias sebelah kanan menjadi lebih tinggi. Cermin itu layak tak terpakai. Seharusnya dibuang. Untuk mengaca pun, cermin itu terasa kurang pas. Apalagi mengamati pantulan kekurangan riasan diri. Baca selengkapnya “Cermin”

Susan

Isbedy Stiawan Z.S.
http://www.lampungpost.com/

PADA hari kesembilan dari pertemuanku yang pertama dengan Susan, sehabis isya kami berjumpa lagi di tempat sama–perjumpaan tanpa sengaja. Kutegaskan tidak sengaja, sebab tanpa didahului dengan perjanjian karena aku tak pernah menghubunginya melalui telepon selular sekadar helo. Apalagi sampai saling mengirim pesan pendek. Bahkan aku hampir saja sudah lupa dengannya, lupa dengan pertemuan kami pertama kali, Rabu malam lalu. Baca selengkapnya “Susan”

Punakawan, Musuh, dan Moralitas Politik dalam ?Perang?-nya Putu Wijaya

M.D. Atmaja

Politik memiliki manifestasi nilai di dalam jalan cerita. Seperti yang akan kami bahas di dalam tulisan ini, adalah mengenai isu politik di dalam novel Perang (2002) karya Putu Wijaya (PW). Melalui tulisan ini, kami tidak bermaksud mengetengahkan penjabaran yang panjang lebar, akantetapi hanya gambaran sekilas mengenai manifestasi nilai politik di dalam bangunan karya sastra. Novel Perang memiliki nuansa politis yang terbangun di alur ceritanya. Hal ini bisa dilihat dari garis besar cerita yang menggambarkan mengenai perseteruan dua kerajaan besar Astina dan Amarta. Baca selengkapnya “Punakawan, Musuh, dan Moralitas Politik dalam ?Perang?-nya Putu Wijaya”

Tuhan sebagai Mitra Terbaik

Judul Buku : ‘Libatkan Allah’
Penulis : Haritsah J. Mustafa
Penerbit : Zikrul Hakim (2009)
Tebal : 255 halaman
Peresensi : Hermantoro
http://www.lampungpost.com/

Latar belakang Haritsah J. Mustafa, penulis yang hidup dan berbisnis di Bandar Lampung ini menguasai atmosfer isi buku ini. Ia menulis buku motivasi dan kiat meraih sukses dengan emosi yang lengket dengan religiositasnya. Baca selengkapnya “Tuhan sebagai Mitra Terbaik”

PUNCAKNYA ABAD PENGECUT

Sabrank Suparno
http://forumsastrajombang.blogspot.com/

Ada pergeseran metode (cara belajar) baru di jama?ah ma?iyah. Ini dapat kita tarik dari cara penyampaian Cak Nun (Emha Ainun Najib) pada forum pencerahan di berbagai tempat sebelumnya, baik Padhang Mbulan, BBW dan lain-lain. Kalau pada forum-forum sebelumnya Cak Nun dan beberapa pembicara yang hadir berpresentasi dengan dasar orientasi ?kesimpulan,? tetapi sejak tertanda pengajian Padhang Mbulan tanggal 02 Nopember 2009 kemarin, pokok-pokok pembahasannya di dasarkan atas riset dari permasalahan para jama?ah. Baca selengkapnya “PUNCAKNYA ABAD PENGECUT”

Tentang Minang nan Muram

Judul buku : Perempuan Bawang & Lelaki Kayu
Pengarang : Ragdi F. Daye
Penerbit : Lingkar Pena Publishing House, Jakarta
Cetakan : April 2010
Peresensi : Arman A.Z.
http://www.lampungpost.com/

LAHIR lagi satu kumpulan cerpen penulis muda Sumbar, Ragdi F. Daye, Perempuan Bawang dan Lelaki Kayu. Sejumlah 15 cerpen yang terangkup dalam buku ini, didominasi ihwal-ihwal lokalitas Minang dan relasinya menghadapi tekanan sosial masa kini. Baca selengkapnya “Tentang Minang nan Muram”

Merayakan yang Dimangkirkan

Judul : Menyemai Karakter Bangsa, Budaya Kebangkitan Berbasis Kesastraan
Penulis : Yudi Latif
Penerbit : Penerbit Buku Kompas
Cetakan : I, November 2009
Tebal : xxiv + 182 halaman
Peresensi : Damanhuri
http://www.lampungpost.com/

KEBANGKITAN setiap bangsa selalu bermula dari kerja wacana; beranjak dari aksara. Tonggak kebangkitan nasional di Indonesia pun sesungguhnya bermula dari kerja wacana yang berlangsung melalui kelompok studi, tulisan jurnalistik, juga karya sastra. Baca selengkapnya “Merayakan yang Dimangkirkan”