Menggunakan Tubuh Sebagai Medium Seni

Ahmad Rafiq
http://www.tempointeraktif.com/

Alastair MacLennan berdiri mematung di tepi sebuah sungai kecil di belakang Padepokan Lemah Putih, Mojosongo, Karanganyar, Surakarta, Jawa Tengah, pada Sabtu sore pekan lalu.

Sepanjang sekitar empat jam, MacLennan berdiri sambil memanggul dahan kayu di atas kepalanya, tepat di titik keseimbangan. Nyamuk yang merubungnya tak mengganggu konsentrasi seniman asal Irlandia itu melakukan meditasi dalam karya performance art bertajuk Ode a Node.

?Ini adalah meditasi,? kata guru besar Universitas Ulster, Irlandia Utara, itu seusai ?beraksi?. Wajar jika sepanjang pementasannya, personel kelompok performance art papan atas internasional, Black Market International, itu selalu memejamkan mata.

Meditasi ala MacLennan adalah salah satu karya yang tampil dalam perhelatan performance art internasional, Undisclosed Territory #4, di Padepokan Lemah Putih. Selain MacLennan, tampil puluhan seniman performance art dari mancanegara dalam acara rutin tahunan sejak 2007 tersebut. Seniman yang tampil dalam perhelatan yang digelar sepanjang 2-4 April lalu itu antara lain berasal dari Belanda, Jerman, Italia, Kanada, Cina, Thailand, Filipina, Singapura, dan Indonesia.

Menurut pemrakarsa perhelatan itu, Melati Suryodarmo, mereka diundang tampil di Padepokan Lemah Putih karena memiliki reputasi yang bagus di kancah internasional. ?Para seniman yang tampil itu menyajikan karya terbaiknya,? ujar Melati, 40 tahun, putri seniman senior sekaligus pendiri Padepokan Lemah Putih, Suprapto Suryodarmo.

Salah satu ciri yang membedakan performance art dari kesenian lain, para art performer selalu membangun interaksi intensif dengan penontonnya. Simak penampilan Myriam Laplante asal Kanada yang menyajikan karya Out of Dark Matter. Laplante aktif berbincang dengan penonton sembari memasang peralatan pentasnya.

Tata panggung memang belum terpasang sepenuhnya ketika penonton berdatangan. Hanya ada kotak kayu tempat seniman yang tergabung dalam Black Market International itu berdiri. Tingginya kurang-lebih satu meter. Di atasnya terdapat sebuah lingkaran yang tergantung tempat Laplante memasukkan kepalanya.

Meski begitu, gerakan tangan dalam memasang berbagai aksesori untuk menghias lingkaran di atas panggung diatur dengan saksama. Sambil memasang aksesori, sesekali Laplante mengajak penontonnya berbincang. Dia juga mengenakan kostumnya di atas panggung, lengkap dengan sebuah topi berlampu yang membuatnya tampak seperti makhluk luar angkasa. Begitu selesai dia memasang tata panggungnya, selesai pula pertunjukannya.

Pengamat seni Halim H.D. menyatakan interaksi dengan penonton itu merupakan ciri sebuah performance art. ?Dampak yang ditimbulkan oleh interaksi tersebut merupakan salah satu tujuan seniman performance art,? katanya.

Menurut Halim, seni tersebut boleh dibilang masih merupakan barang baru di Indonesia, baru berkembang sekitar 1990. Makanya, performance art baru berkembang di kota tertentu, kebanyakan yang memiliki kampus seni rupa. ?Sebab, seni ini merupakan pengembangan dari seni rupa.?

Di Surakarta, tempat Undisclosed Territory #4 digelar, performance art juga belum memiliki banyak pegiat. Itu sebabnya penonton dalam pertunjukan bergengsi yang berskala internasional ini tidak terlampau banyak.

Melati Suryodarmo menyatakan perhelatan ini berawal dari perkumpulan seniman dalam sebuah proyek yang berpusat di Jerman, Performance Art Laboratory Project. ?Kami berdiskusi bersama tentang performance art,? ujar alumnus seni rupa Universitas Braunschweig, Jerman, itu.

Untuk memperkaya wawasan, tutur Melati, mereka mengundang art performer dari pelbagai negara untuk menampilkan karya terbaiknya. Pemilihan seniman yang akan menjadi penyaji tidak perlu menggunakan audisi. ?Kami memilih yang reputasinya sudah diakui secara internasional,? katanya.

Melalui Undisclosed Territory, Melati berharap akan makin banyak konsep tentang karya yang tergali. Interaksi antarseniman performance art juga bisa terbangun. ?Meski rata-rata kami sudah memiliki jaringan yang luas.?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *