Membedah Perlawanan Wong Sikep

Ahmad Rafiq
http://www.korantempo.com/

Kelompok Tonil Kloearga Sedjahtera menggelar kisah perlawanan masyarakat Samin.

Siapa yang ngotot menolak gelontoran investasi pabrik Semen Gresik Rp 4,5 triliun di Pegunungan Kendeng, Pati, Jawa Tengah? Jawabnya adalah Sedulur Sikep. Sedulur Sikep merupakan kelompok masyarakat Samin dengan stereotipe yang melekat pada mereka sejak zaman penjajahan Belanda: polos dan lugu, tapi semaunya serta cenderung konyol. Baca selengkapnya “Membedah Perlawanan Wong Sikep”

Mengurai Teror Mental Putu Wijaya

Kurniawan, Ahmad Rafiq
http://majalah.tempointeraktif.com/

PENELITI teater dari dalam dan luar negeri yang hadir dalam Mimbar Teater Indonesia di Surakarta pekan lalu umumnya sependapat bahwa drama Putu Wijaya khas dan orisinal. Menurut Michael Bodden, profesor di University of Victoria, British Columbia, Kanada, belum ada penulis naskah lain yang memiliki gaya sama atau sekadar mirip dengannya. Baca selengkapnya “Mengurai Teror Mental Putu Wijaya”

Istilah pencarian yang masuk:

Sebuah Mimbar untuk Putu Wijaya

Kurniawan, Ahmad Rafiq, Anwar Siswadi
http://majalah.tempointeraktif.com/

MATA kecilnya terpejam di balik kacamata silindris empat. Bocah perempuan berambut ikal itu sedang berkonsentrasi penuh. Sesaat kemudian, kata-kata meluncur lancar dari bibir mungilnya. “Bangun! Bangun, anakku! Sudah waktunya kau menatap dunia. Lihatlah dan arungi kehidupan. Menjalani takdirmu sebagai ayam. Keluarlah!” teriaknya.

Walau cadel, Sigrid Minerva Boni Avibus, 8 tahun, tetap mantap membawakan monolog Tok Tok Tok, naskah yang diciptakan Putu Wijaya khusus untuknya. Baca selengkapnya “Sebuah Mimbar untuk Putu Wijaya”