Padepokan

Swandini Wiratmo
http://www.lampungpost.com/

SUARA orang ber-uro-uro tembang Jawa terdengar gamblang di lereng Merapi. Ditingkahi angin yang sejuk, para pria tampak nikmat menghisap rokok linting klembak menyan, dari tembakau irisan. Bau kemenyannya menyebar ke mana-mana dan membuat pusing.

Enam penari serimpi meliuk-liuk lemah gemulai. Orang-orang desa, tua, muda, dan anak-anak asyik menyaksikan pementasan geladi resik wayang orang di Padepokan Seni Cipta Budaya, di samping kantor kelurahan. Kendati begitu, di luar pun anak-anak dengan bertelanjang kaki berlari-larian bermain jitungan. Mereka sepertinya tak terusik tarian-tarian yang akan digelar pada malam Suro itu. Continue reading “Padepokan”

Seruni

Sunlie Thomas Alexander
http://www.lampungpost.com/

DI Bubus tak ada wayang, selain ponton-ponton1 terus memanjang. Berjejer dari ujung ke ujung; dari lantai pantai hingga jauh ke tengah laut China Selatan. Membuat ombak yang biru berubah kecokelatan oleh solar, lumpur, dan sampah polutan.

Dan terkadang mereka saling menyalib. Entahlah, membuat ombak kian berbuih. Sehingga ketegangan pun sering terbangun diam-diam, memanas terpanggang matahari. Untung jarang terjadi perkelahian di tengah laut. Continue reading “Seruni”

Embun di Mata Wie

Syaiful Irba Tanpaka
http://www.lampungpost.com/

Setiap menjelang pagi mata Wie dibasahi butiran embun. Seperti di atas daun, butiran embun itu tampak bulat bening dan segar. Dan bila matahari muncul menyinarinya; butiran embun itu berkilau-kilauan bak permata sehingga membuat mata Wie bercahaya. Dan bila itu terjadi, maka setiap orang akan terpukau memandang kecantikan Wie yang berubah seperti bidadari. Continue reading “Embun di Mata Wie”

Sepercik Cahaya Tuhan

Restoe Prawironegoro Ibrahim
http://www.lampungpost.com/

Tiba-tiba saja Nunung terjangkit penyakit diam. Rekan-rekan indekosnya sempat dibikin celingukan. Selama ini ia dikenal sebagai gadis yang lincah, periang, dan teramat mudah untuk beradaptasi. Di mana ada Nunung, disitulah terjadi suasana gelak tawa meledak-ledak. Namun, sampai sore ini ia masih diam seribu bahasa. Bahkan berbagai permintaan pengisian acara juga ditolaknya tanpa berkomentar apa-apa. Continue reading “Sepercik Cahaya Tuhan”

Bahasa ยป