Watchmen dan Abnormalitas Superhero

Sigit T. Prabowo*
http://www.ruangbaca.com/

Sebuah dekonstruksi yang padat terhadap mitos superhero.

Komik superhero menyajikan sebuah dunia fantasi yang absurd: dunia dengan orang-orang berjatidiri alternatif, berkostum ketat (sebisa mungkin celana dalam diletakkan di luar), berkeliaran menghajar penjahat –entah dengan kekuatan super, perangkat berteknologi tinggi, atau sekadar kelihaian ilmu beladiri. Imaji yang sangat tepat bila kita sandingkan dengan memori publik tentang komik superhero, dengan gambaran hitam-putih yang jelas: jagoan selalu baik, penjahat selalu kalah, dan cerita diakhiri dengan seluruh jagoan berkumpul dan tertawa bersama. Continue reading “Watchmen dan Abnormalitas Superhero”

Membongkar Polemik Roman Pergaoelan

Judul: Roman Pergaoelan
Penulis: Sudarmoko
Penerbit: Insist Press, Yogyakarta
Edisi: Pertama, 2008
Tebal: xvii + 189 halaman
Peresensi: M. Lubabun Ni?am Asshibbamal S.
http://www.ruangbaca.com/

Perkembangan karya sastra di negeri ini kerap diiringi dengan mencuatnya polemik yang tak jarang dipaksa-tuntaskan di meja pengadilan. Semasa pemerintahan Orde Baru, misalnya, sejarah mencatat sosok Pramoedya Ananta Toer (dan para seniman Lekra) yang dijebloskan ke dalam bui, walau tanpa proses peradilan. Continue reading “Membongkar Polemik Roman Pergaoelan”

Ihwal Hukum 10.000 Jam

Judul: Outliers: The Story of Success
Penulis: Malcolm Gladwell
Penerbit: Little, Brown and Company
Tahun: edisi pertama, November 2008
Tebal: 320 halaman
Peresensi: Gatot Widayanto*
http://www.ruangbaca.com/

Nama Malcolm Gladwell mungkin sudah tak asing lagi. Ia adalah pengarang buku Tipping Point dan Blink, yang sudah diterjemahkan ke edisi Indonesia. Continue reading “Ihwal Hukum 10.000 Jam”

Geliat Pelukis Abstrak di Era Kontemporer

Pameran Lukisan “4As (For Us)”

Dwin Gideon
sinarharapan.co.id

Dominasi realis pada era kontemporer ini sangat terlihat pada gaya figuratif yang kerap hadir di berbagai lukisan. Penggambaran yang jelas terhadap hal-hal yang mewakili kenyataan adalah ciri-cirinya.

Karena itu, para pelukis yang non-figuratif pun menjadi tersisihkan. Mereka adalah para pelukis abstrak. “Seni lukis itu pada dasarnya hanya ada dua, yaitu realis dan abstrak. Pada masa sekarang, seni lukis abstrak adalah aliran yang ditepikan,” kata Pelukis Ikay Khairudin pada Konferensi Pers Pameran Lukisan 4 As (For Us) di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Kamis (11/12). Continue reading “Geliat Pelukis Abstrak di Era Kontemporer”

Bahasa ยป