Ramadhan, Menikmati (Lagi) Puisi Ajamuddin Tifani, Sang Sufi dari Alam…

Raudal Tanjung Banua *
balipost.co.id

RAMADHAN, saya pikir tidak harus berkutat sebatas kitab suci, tapi sesekali perlulah membongkar kembali koleksi buku-buku dan menikmati muatannya sebagai pesan ilahiah juga. Alhamdulillah, setelah memilih dan memilah beberapa buku, saya dapatkan buku puisi Ajamuddin Tifani, ”Tanah Perjanjian” (Hasta Mitra-YBS 78, 2005) yang tebalnya hampir 300 halaman. Wah, ini klop, pikir saya, mencari-cari sembarang bacaan akhirnya dapat puisi sufi! Continue reading “Ramadhan, Menikmati (Lagi) Puisi Ajamuddin Tifani, Sang Sufi dari Alam…”

MENGEMBALIKAN ABDULLAH MUNSYI KE JALAN YANG BENAR

Maman S Mahayana *

Amin Sweeney, Karya Lengkap Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi, Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia bekerja sama ecole Francaise d’Extreme-Orient, 2005, xxiv + 370 hlm.

Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi, pujangga masa lalu yang meninggalkan begitu banyak kontroversi. Dalam sastra Indonesia, ia ditempatkan sebagai tokoh periode transisi, perintis yang konon membawa sastra Melayu lama memasuki sastra Indonesia modern. Continue reading “MENGEMBALIKAN ABDULLAH MUNSYI KE JALAN YANG BENAR”

Melirik Sajak “Perjalanan” Charles Baudelaire

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=480

Aku tak pernah mengukur suhu tubuhku dengan alat ukur. Namun dapatlah terasa, sebab telah akrab membawaku kemana pun pergi. Hampir beberapa hari ini aku tidak menulis, hanya perbaiki tulisan lama yang belum tegak berkaki-kaki kefitrohan sebagai hasil cipta.

Betapa kejiwaan tiada lepas kondisi badan, pun tidak bisa diabaikan jalinan pencernaan, yang membentuk karakter menentukan tapak-tapak langkah bathin pula yang wadak. Continue reading “Melirik Sajak “Perjalanan” Charles Baudelaire”

Bahasa »