Puisi-Puisi Agus Sunarto

http://www.suarakarya-online.com/
jalang

ketika jalang merusak sukma
nafsu berpacu mendobrak batas
mengoyak dada, meretak kepala
membuta mata, menuli telinga
membebal rasa

duh, gusti
mengapa aku selalu jadi pecundang
ketika harus melawan jarang?

Surabaya, Januari 2009

skenario 1

kalau aku bicara
akulah rakyat jelata yang terengah engah
kalau kamu bicara
kamulah penguasa pongah
dengan mulut berbuncah
kalau mereka bicara
mrekalah politikus rakus
yang terus mengendus
ketika aku diam
suara rakyat terbungkam
ketika kamu tak mau diam
tangan penguasa main bekap
ketika mereka tak bisa diam
lidah politikus saling tikam

Surabaya, Desember 2009

Skenario 2

bicara atau diam
apa bedanya?
aku bicara
rakyat bicara
sampai mulut berbusa
aku diam
rakyat bungkam
bersama leleh airmata
tiada telinga mendengar
tiada gaung menggema

ketika bicara menjadi diam
riuh berubah bisu
panggung kehilangan riuh
dalang kehabisan cerita

Surabaya, Desember 2009

Ibarat kaca

hidup ibarat kaca
kadang begitu rapuh
dan kadang begitu angkuh
bila pun ia pecah berserakan
itu bukanlah akhir dari
keindahan
karena masih ada harapan
dalam perjalanan panjang kehidupan
kan ada yang menyusunnya kembali utuh

hidup adalah arti
akan jati diri
bilakah ia tak selars dengan mimpi
maka biarlah aku berdiri
bukan berhenti
karena hidup sendiri
tak kenal kompromi

Surabaya, Pebruari 2010

meteor

tidakkah kau sadari
hari begitu cepat berlari
bsgai meteor lepas
tak terkendali

tidakkah kau sadari
berapa banyak orang berharap
waktu dapat terulang
kembali?

Surabaya, Nopember 2009

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *