Gerakan Keberaksaraan

Musrsyid Burhanuddin*
http://www.jawapos.com/

Kemajuan suatu bangsa bisa cepat diraih jika masyarakatnya gemar membaca. Kini berbagai upaya untuk menggugah kesadaran membaca kian marak. Rekognisi itu bisa dilihat dari berbagai even yang bertalian dengan gerakan gemar membaca. Bentuknya bisa berupa book fair, launching buku, perpustakaan keliling, dan rubrik perbukuan di koran hingga festival buku. Continue reading “Gerakan Keberaksaraan”

Pergolakan Kaum Nahdliyin

Judul Buku : Pergolakan di Jantung Tradisi; NU Yang Saya Amati
Penulis : As’ad Said Ali
Penerbit : LP3ES, Jakarta
Cetakan : Ketiga, Juni 2010
Tebal : 323 halaman
Peresensi : Mohamad Salim Aljufri*
http://www.jawapos.com/

Dalam diskusi buku bertajuk Dari Kiai Kampung ke NU Miring di Jakarta pekan lalu, beberapa pembicara menekankan amat pentingnya Nahdlatul Ulama (NU) memperkuat basis materialnya, terutama ekonomi, agar para warga pendukung lebih mampu berperan sebagai kekuatan masyarakat sipil. Continue reading “Pergolakan Kaum Nahdliyin”

‘Sastra Pragmatik’ dan Orientasi Penciptaan

Bagian Pertama dari Dua Tulisan

Ahmadun Yosi Herfanda
infoanda.com/Republika

Judul asli tulisan ini adalah Sastra dan Peningkatan Kualitas Kecendekiaan, sebuah judul yang mengandaikan bahwa sastra dapat menjadi sumber nilai, sumber inspirasi, dan sumber pengetahuan untuk meningkatkan kualitas kecendekiaan pembacanya. Itu adalah pengandaian yang berpijak pada pendekatan yang pragmatik tentang sastra, bahwa karya sastra ditulis bukan hanya untuk tujuan literer (estetik) tapi juga tujuan yang bersifat pragmatik atau non-literer. Continue reading “‘Sastra Pragmatik’ dan Orientasi Penciptaan”

‘Sastra Pragmatik’ dan Orientasi Penciptaan

Bagian terakhir dari dua tulisan

Ahmadun Yosi Herfanda
infoanda.com/Republika

Dalam konteks peran sosial sastra, ‘kaum sastra kontekstual’ meyakini bahwa karya-karya besar seperti Max Havelar (Multatuli), Uncle Tom Cabin (Beecher Stower), dan sajak-sajak Rabindranat Tagore telah menginspirasi perubahan sosial di lingkungan masyarakat pembacanya masing-masing. Max Havelar menginspirasi ‘gerakan politik etis’ di Hindia Belanda, sajak-sajak Tagore mendorong gerakan pembebasan bangsa India dari penjajahan Inggris, dan Uncle Tom Cabin menginspirasi gerakan anti-perbudakan di Amerika Serikat. Continue reading “‘Sastra Pragmatik’ dan Orientasi Penciptaan”

Bahasa ยป