Malaikat-Malaikat Itu

SN Ratmana
http://suaramerdeka.com/

CUACA bulan Agustus di Tanah Airnya tergolong yang terpanas sepanjang tahun. Tidak turun hujan, tanah mengering. Pada siang hari mentari menyorot tanpa dihalangi awan, apalagi mendung. Meski demikian toh mentari di sana tidak segarang di sini. Soalnya di sana ada gemericik air sungai yang tidak pernah kering, ada danau-danau, ada bentangan ladang yang menghijau serta rimbunnya dedaunan di kebun-kebun dan bahkan hutan belantara. Karena itu embusan angin di sana menjadi usapan yang menyejukkan. Continue reading “Malaikat-Malaikat Itu”

Rafilus tak jatuh dari langit

Leila S. Chudori
http://majalah.tempointeraktif.com/

“APA yang hendak diceritakan novel Rafilus?” Ini pertanyaan budayawan Umar Kayam di depan pengunjung di ruang Galeri Cipta, Taman Ismail Marzuki, Sabtu pekan lalu. Didampingi moderator Salim Said serta Nirwan Dewanto sebagai pembahas, Kayam, dengan suara getar, membacakan makalahnya Rafilus Budi Darma. Komite sastra Dewan Kesenian Jakarta juga mengajukan Umar Junus dan Faruk H.T. untuk mendiskusikan karya-karya Ahmad Tohari. Continue reading “Rafilus tak jatuh dari langit”

Jejak “Arena Sastra” di RKPD Jombang

Fahrudin Nasrulloh

Mekarlah kembang
Di taman sajak
Mekarlah cipta, cita, dan cinta

Menjelang malam, sekisar surup pukul 18.00 WIB, langit Jombang menyisakan cerah yang masih menggeriap di sudut-sudut kota. Awan-gemawan perlahan-lahan berarak malas mengiringi rerintik hujan. Orang-orang sibuk sendiri di jalan-jalan, seperti menyusun cerita yang disimpan sendiri. Continue reading “Jejak “Arena Sastra” di RKPD Jombang”

Bahasa ยป