Kreativitas Guru, Tumpuan Pengajaran Sastra

Ahmadun Yosi Herfanda *
infoanda.com/Republika

Saya selalu merasa bahagia tiap kali membaca karya-karya siswa SMU, puisi maupun cerpen, yang dimuat di suplemen Kaki Langit Majalah Horison. Meskipun di satu sisi, suplemen tersebut kerap dianggap memerosotkan wibawa majalah tersebut, tetapi di sisi lain suplemen tersebut cukup menggairahkan budaya menulis kreatif di kalangan siswa. Suplemen tersebut juga menjadi bukti makin banyaknya siswa SMU yang kini gemar dan mahir menulis karya sastra. Continue reading “Kreativitas Guru, Tumpuan Pengajaran Sastra”

Memaksa Anak Baca Buku Sastra

Igk Tribana

Beranda

SEBAGAI guru bahasa dan sastra, saya (penulis) menyampaikan bahwa setiap siswa wajib membaca sekurang-kurangnya tiga buku sastra tiap semester. Hal ini disampaikan lebih awal agar nantinya tugas siswa tidak menumpuk.

Seperti diduga sebelumnya, anak pun kurang percaya apa yang penulis katakan. Setelah salah seorang siswa bertanya, penulis tegaskan lagi bahwa tiap siswa wajib membaca minimal tiga buku sastra pada semester itu — entah novel, kumpulan cerpen, kumpulan puisi, atau naskah drama. Setelah membaca buku sastra, siswa terus menulis resensinya. Cara menulis resensi pun dipaparkan. Tugas itu dikumpulkan dua bulan kemudian. Continue reading “Memaksa Anak Baca Buku Sastra”

Bahasa ยป