Sri

Denny Mizhar

Sri namaku. Aku lahir ketika musim kemarau panjang. Keluargaku di himpit kesusahan. Sawah yang ditanami padi tak juga kunjung menuai panen. Kekeringan melanda desaku. Hingga semua warga desaku harus berduyun-duyun menimba air di sumur syawal ketika pagi tiba. Sumur yang selalu ada airnya walaupun musim kemarau melanda. Hanya itu satu-satunya sumur yang tak pernah surut. Konon ceritanya yang menggali lubangnya bernama Syawal. Hingga sumur itu diberi nama sumur Syawal. Atau mungkin dalam dugaku lubang sumur itu di gali waktu bulan syawal. Continue reading “Sri”

DOKTOR HONORIS CAUSA TAUFIQ ISMAIL

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Taufiq Ismail, penyair Angkatan 66 itu, kini berhak menyandang gelar Doktor di depan namanya. Sabtu, 8 Februari 2003, Senat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY, dulu IKIP Yogyakarta), resmi menganugerahi gelar doktor honoris causa kepada penyair yang juga dokter hewan itu. Lalu apanya yang istimewa dari pemberian gelar yang seperti itu? Atas dasar apa pula UNY menganggap pantas untuk mengalungkan samir kepada penyair kelahiran Bukittinggi, 25 Juni 1935 itu? Apakah lantaran dua antologinya, Tirani dan Benteng (1993) dan Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia (1999) begitu terkenal atau ada kiprah lain yang dipandang penting bagi dunia pendidikan di Indonesia? Barangkali pertanyaan lain masih dapat kita deretan. Dan pertanyaan itu pantas pula kita ajukan, justru untuk menempatkan peranannya secara proporsional. Continue reading “DOKTOR HONORIS CAUSA TAUFIQ ISMAIL”

Inspirasi Karyanya Lebih Panjang dari Rentang Usia

Peringatan Wafatnya Chairil Anwar

Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id

“Makam Chairil sekarang lebih terawat. Makamnya kini lebih tua dari rentang usianya. Terlebih lagi semangat berkarya Chairil menjadi inspirasi bagi generasi setelahnya,” kata Ipur Wangsa, satu dari enam sastrawan yang pada pagi harinya sempat menziarahi makam penyair yang wafat pada 28 April 1949. Continue reading “Inspirasi Karyanya Lebih Panjang dari Rentang Usia”

Menulis Jadi Kebutuhan Pokok

Budiawan Dwi Santoso
suaramerdeka.com

WACANA mengenai gerakan menulis terus digulirkan mahasiswa dan untuk mahasiswa. Wacana itu dilontarkan secara lisan, tulisan, atau disampaikan melalui media massa. Menulis jadi penting bagi mahasiswa, karena melatih dan mengonstruksi pemikiran agar lebih kritis dan kreatif.

Itu membuat tulis-menulis penting disematkan pada mahasiswa yang notabene calon pemimpin bangsa. Menulis juga tolok ukur bagi kemampuan dan pengetahuan mereka dalam meneruskan atau mengubah masa depan. Continue reading “Menulis Jadi Kebutuhan Pokok”

Bahasa ยป