Menggali Tradisi Hari Sastra Nasional

I Nyoman Suaka
http://www.balipost.co.id/

Mengenang hari berpulangnya penyair Chairil Anwar, 28 April, tidak cukup dengan menundukkan kepala. Sebab bertepatan dengan hari wafatnya itu juga merupakan Hari Sastra. Di era tahun 1950-an, masyarakat peduli sastra Indonesia, khususnya mahasiswa sastra di Universitas Indonesia, Jakarta dan Universitas Gajah Mada Yogjakarta, secara rutin setiap tahun memperingati Hari Sastra pada 28 April. Namun, mengapa kini hari bersejarah itu tidak terdengar lagi kabarnya? Continue reading “Menggali Tradisi Hari Sastra Nasional”

BAYI-BAYI BESAR SASTRA INDONESIA

Nurel Javissyarqi

Bermula dari sms kawan Fahrudin: “Rel, Geladak Sastra #3 diskusi dg tema GAIRAH MENULIS MENEMBUS KORAN. Kamu jd pembicara ya? Nanti sama Bandung Mawardi dr Solo.” Lalu aku telpon: “Den, tema itu kan tidak cocok denganku?” Dijawablah: “Makanya dibenturkan.” Lantas aku timpali: “Ok kalau begitu.” Tak berselang lama sms lagi: “Gaweo tulisan Rel, temane Gairah Menulis Menembus Koran.” Dan dari status facebook ini, aku coba menuangkan. Continue reading “BAYI-BAYI BESAR SASTRA INDONESIA”

Jejak Nashar di Pulau Dewata

Rofiqi Hasan
http://majalah.tempointeraktif.com/

HAMSAD Rangkuti tertegun memandang sketsa lukisan pastel di hadapannya: sebuah kursi tua tampak teronggok bersebelahan dengan vas bunga. Penulis cerpen kawakan itu langsung mengingatnya sebagai kursi di Balai Budaya, tempat tidur guru dan sahabatnya, Nashar, pada 1970-an, saat sedang menjalani laku bohemian. Di kursi itu pula Nashar sering asyik menulis atau melukis. Continue reading “Jejak Nashar di Pulau Dewata”

Seni Rupa di Bali Krisis Kritik

Agus Mulyadi Utomo
http://www.balipost.co.id/

Ada kecenderungan, begitu pesatnya perkembangan senirupa di Bali tidak diikuti oleh perkembangan kritik tentang karya seni tersebut. Apakah karena kurangnya kritikus-kritikus handal yang menguasai teknik mengkritik sebuah karya seni? Ataukah menjadi seorang kritikus seni kurang menjanjikan dari segi finansial? Ada “permainan” apa sesungguhnya di balik itu sehingga kritik tidak lagi menggigit dan berfungsi sebagaimana mestinya? Continue reading “Seni Rupa di Bali Krisis Kritik”

Bahasa ยป