Puisi-Puisi Heri Latief

Politik Peluru

lihatlah, penguasa ganas menembaki rakyat!
kekuasaan tak mau tau soal kemanusiaan
pejabat bangsat mandi darah rakyat
raungan pedih, derita jerit sakit korban
tangisan keluarga yang ditinggalkan
langit jakarta memerah!
politik istana pertumpahan darah
di tanjung periok tragedi diulang lagi
yang muda berani melawan pentungan Continue reading “Puisi-Puisi Heri Latief”

Puisi-Puisi Zen Hae

cetak.kompas.com

naga

ketika kau tertidur di bawah ancaman awan hitam aku menjagamu. aku yang menunggu di
balik tabir berabad-abad lamanya hingga kau menyebutku si mendiang, hanya hidup di dalam
kitab, pada lelembar dongengan. aku yang tidak pernah kausebut dalam doamu meski
kaurupakan aku dalam kayu dan perunggu. kuajak pula leluhurmu yang lain agar berjaga-jaga Continue reading “Puisi-Puisi Zen Hae”

Perjalanan Sastra tanpa Jejak Bahasa

Edy A Effendi
Koran Republika

Perjalanan sastra Indonesia dalam kurun waktu 2007 tidak mampu meninggalkan jejak kebahasaan yang cukup berarti bagi pertumbuhan sastra Indonesia. Jejak kebahasaan ini menjadi penting karena fakta-fakta sejarah yang lurus harus dibangun atas keselarasan antara bahasa dan pikiran. Seperti kata Roger Trigg, berpikir tidak mungkin dipisahkan dari bahasa, dan adanya perbedaan bahasa akan melahirkan perbedaan produk pemikiran. Continue reading “Perjalanan Sastra tanpa Jejak Bahasa”

Bahasa ยป