kepada Timur Sinar Suprabana (1)

Timur Sinar Suprabana, Saut Situmorang

Timur Sinar Suprabana, aku akan menjawab kedua pernyataanmu di bawah dalam Note-ku ini biar lebih menarik dan terbuka untuk umum. silahkan kau balas.

Timur Sinar Suprabana:

1.
kawan saut. TIDAK BENAR kalau kawan ts pinang MENOLAK UNDANGAN itu. YANG BENAR adalah bahwa kawan ts pinang TIDAK BISA MEMENUHI UNDANGAN ITU KARENA BERSAMAAN WAKTU DENGAN BAHWA IA HARUS KE LUAR NEGERI. Continue reading “kepada Timur Sinar Suprabana (1)”

Kisah “Besar” Keluarga Toer

Nirwan Ahmad Arsuka *
cetak.kompas.com

Judul: Bersama Mas Pram: Memoar Dua Adik Pramoedya Ananta Toer. Penulis: Koesalah Soebagyo Toer dilengkapi Soesilo Toer. Penerbit: KPG, Jakarta, 2009. Tebal: 505 halaman (termasuk lampiran).

Sebagai karangan yang banyak bertumpu pada ingatan, memoar adalah ragam karya yang bergerak di antara dua kutub: sejarah dan sastra. Jika ingatan itu ditopang sekaligus dijaga ketat oleh catatan kejadian nyata, disusun mengikuti arus waktu yang bergerak lurus kronologis, karangan itu akan menjadi biografi atau otobiografi penting. Continue reading “Kisah “Besar” Keluarga Toer”

Membendaharakan Kata, Memaknai Bahasa

(Menelisik himpunan puisi Jantung Lebah Ratu, Nirwan Dewanto)
Esha Tegar Putra
http://www.riaupos.com/

Barangkali ungkapan Hans Robert Jauss dalam Toward and Aesthetic of Reception (1982) mengenai karya sastra seibarat orkestra memberikan resonansi baru, membebaskan teks dari belenggu bahasa, menciptakan konteks penerimaan bagi pembaca masa kini, berlaku untuk membaca perpuisian Indonesia dewasa ini.

Jauss juga beranggapan, sifat diagonal karya sastra yang seibarat orkestra tersebut, memungkinkan pembaca mengapropiasikan penerimaan masa lampau, pengabaian, bahkan penolakan. Continue reading “Membendaharakan Kata, Memaknai Bahasa”

Sajak-Sajak Heri Latief

Batu Lawan Peluru

semua orang tau, pejabat bermasalah itu ditendang oleh kawan2nya sendiri, kerna membahayakan kedudukan dan kepentingan raja, maka pembantu pun dikorbankan, padahal semua yang terlibat harus dibabat. jangan pilih-pilih tebu nanti dapat ampasnya, begitulah cara membersihkan rumah yang kotor, yang penuh koruptor?

semua berita bisa diatur dari sana, tapi di dunia maya ini kita bebas memilih dan memilah cerita soal kongkalingkong orang istana dan kasus bank century, yang sampai saat ini tak bisa diketahui kemana larinya uang itu, siapa yang jadi sutradaranya? Continue reading “Sajak-Sajak Heri Latief”

Bahasa ยป