Sastra Indonesia dalam Skenario Imperialisme

Mahdiduri
http://www.infoanda.com/Republika

Nasionalisme humanis dibangun atas dasar prinsip, setiap bangsa mampu memberikan sumbangan dalam menegakkan harkat dan martabat manusia, serta untuk pengembangan nilai-nilai humanisme sesuai dengan karakteristik dan sifat-sifat bangsa itu.

Tidak hanya paham kebebasan, keadilan dan kesetaraan, tetapi paham toleransi adalah hal yang perlu mendapat perhatian dalam tata pergaulan internasional. Nasionalisme yang berlandaskan pada toleransi tidak hanya dapat menciptakan perdamaian dunia, tetapi dapat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Demikian gagasan nasionalisme humanis dari seorang Soekarno. Continue reading “Sastra Indonesia dalam Skenario Imperialisme”

Hedonis

A. Rodhi Murtadho *

Hedonisme makin menancap di setiap ruh. Menyanyikan gemerlap malam dalam kelakar tawa. Menarikan tubuh dengan liuk-liuk rancak. Mempuisikan segala umpatan. Bercerita dengan segala dengus birahi. Mengumpat dengan kata-kata bijak. Menasehat dengan kemabukan kata. Menggirangkan tawa dalam tangis. Tak peduli dengan apapun. Asalkan bisa mengundang kesenangan, tentu akan ditempuh. Melawan kodrat, melanggar norma, sudah menjadi kewajaran dan lumrah. Continue reading “Hedonis”

Daya Kata, Darah Kebangkitan

Yudi Latif*
http://cetak.kompas.com/

Perjuangan kebangkitan itu bermula dari tanda. Tanda baru yang menarik garis batas antara masa lalu dan masa depan, tanda baru yang memberi tenaga pada hidup, tanda baru yang memberi orientasi ke arah mana sumber daya harus dikerahkan.

Kata dan bahasa adalah rumah tanda. Karena tidak ada kemungkinan mengada di luar bahasa, kata/bahasa pun menjadi rumah kehidupan. Meminjam Martin Heidegger, ?Language is the house of being.? Continue reading “Daya Kata, Darah Kebangkitan”

Sastra Perut

Cunong N. Suraja
http://oase.kompas.com/

Sastra perut tidak menjurus pada persoalan perut sebagai anatomi fisik. Walaupun Asep Samboja yang telah dibedah perutnya karena ada gangguan jaringan dalam ususnya menujukkan bahwa perut telah menjadi sastra ketika bicara tentang mulut dalam keluarga. Ketika perut dibedah dicari penyebab penghalang daya etos kerja maka terdapat yang namanya sastra tumor karena tidak ganas. Kalau ganas dia akan menjadi kan(g)ker yang berserabut jalur menuju segala ruas dan buku saraf yang akan mematikan “pohon” yang dihinggapinya karena dia murka saat diangkat kepala kankernya. Continue reading “Sastra Perut”

”Menonton” Naskah Lakon Mencari Ruang

Raudal Tanjung Banua
balipost.co.id

Sangatlah menggembirakan mendengar kabar terbitnya buku kumpulan drama Mas Ruscita Dewi berjudul ”Rumah Bunga”. Di tengah sepinya minat terhadap naskah drama atau naskah lakon, tentu saja penerbitan buku kumpulan drama ini pantas diacungi jempol. Sebab, dalam hitungan kapital, buku sastra yang diminati saat ini berkisar pada prosa — cerpen dan novel, sedikit puisi, dan minus drama. Continue reading “”Menonton” Naskah Lakon Mencari Ruang”

Bahasa ยป