Bacaan Liar, Sebagai Sastra Perlawanan

Agus Sulton

Sastra merupakan cerminan fiktif kehidupan sosial yang banyak mengangkat permasalahan yang ada dalam masyarakat. Unsur-unsur yang terdapat dalam masyarakat itu diantaranya adalah politik, ekonomi, norma-norma sosial, agama, adat istiadat dan unsur-unsur lainnya. Unsur politik bukanlah hal baru dalam kehidupan masyarakat—politik selalu hidup dalam masyarakat serta tetap berkembang seiring dengan perkembangan zaman kehidupan masyarakat. Continue reading “Bacaan Liar, Sebagai Sastra Perlawanan”

Tentang Anak Lelaki yang Tinggal Satu Lorong dengan Kami

Yetti A.KA *
jawapos.com

Klau aku terlalu memikirkan Mendung, sebab dia teman putraku, Bami. Dan dia satu-satunya teman bermain Bami di lingkungan yang baru kami tinggali ini. Kebetulan sekali rumah kontrakan kami dan rumah anak itu berada dalam satu lorong yang menyisakan halaman sangat sempit dan hanya bisa dilewati sepeda motor. Di mulut lorong terdapat tulisan: mesin motor harap dimatikan. Continue reading “Tentang Anak Lelaki yang Tinggal Satu Lorong dengan Kami”

Legenda yang Selalu Hidup

Judul Buku: Stanza dan Blues
Penulis: W.S. Rendra
Penyunting: Edi Haryono
Penerbit: Bentang Pustaka Yogyakarta
Cetakan: Pertama, Mei 2010
Tebal Buku: vii + 125 Halaman
Peresensi: Satmoko Budi Santoso *
lampungpost.com

BULAN Agustus adalah bulan penyair W.S. Rendra. Demikian seloroh yang bisa saja dimunculkan. Setahun yang silam, di bulan Agustus pula, penyair Rendra menjemput kematian. Kiranya penerbitan buku antologi puisi Stanza dan Blues ini pun menemukan momentumnya sekarang, yang juga sama di bulan Agustus. Continue reading “Legenda yang Selalu Hidup”

Perdebatan Hukum dan Sastra

Wahyu Heriyadi *
lampungpost.com

Fiat justitia ruat caelum atau yang lebih dikenal dengan tegakkan hukum walaupun langit runtuh, merupakan kalimat yang sering disebut oleh orang-orang yang berprofesi di bidang hukum.

Laman Wikipedia mencatat kalimat berbahasa Latin tersebut menurut Charler Sumner, politisi Inggris di abad 19, diambil dari epos Lucius Calpurnius Piso Caesoninus (43 SM), epos ini diprasastikan oleh Arian, bukunya Operasi Militer Alexandria mencatatkan drama ini. Continue reading “Perdebatan Hukum dan Sastra”

Bahasa »