Sinerginya Sastrawan dengan Aparat

Sabrank Suparno

Secara filologis, nilai sastra di Indonesia mengalami perubahan sejak tahun 1998. Perubahan itu dipengaruhi oleh bergulirnya reformasi: terbukanya pagar demokrasi terpimpin (zaman Soeharto). Masa reformasi ini kemudian membentuk entitas baru, dimana sistem kebebasan menjadikan gerakan apapun tampil seperti harimau lapar yang berlarian keluar dari ladang. Senyawang pintu pagar terbuka lebar. Continue reading “Sinerginya Sastrawan dengan Aparat”

Menunggumu, Luka Masih Menyapa

Denny Mizhar

“Perjalanan ini masih panjang, sayang. Siapkan perbekalan yang cukup agar kita sampai pada tujuan dengan selamat”.

Kau mengatakan itu untuk terakhir kalinya padaku. Saat kita harus dipisahkan oleh keadaan yang membawamu entah ke mana. Aku pun bertahun-tahun mencarimu, tapi hasilnya nihil. Aku kunjungi penjara-penjara yang mengurung tahanan politik tapi tak ada kamu. Aku tahu sikap hidupmu dan fikiran-fikiranmu. Tak mungkin kau seperti yang mereka tuduhkan padamu. Continue reading “Menunggumu, Luka Masih Menyapa”

LALAT-LALAT BERSAYAP DURI

Sri Wintala Achmad
Harian Merapi Yogyakarta

Tidak ada yang dilakukan Sobrah, selain membantai lalat-lalat yang memasuki ruangan kosnya dengan sapu lidi. Lalat-lalat itu sudah keterlaluan. Mengerumuni Sobrah saat menulis. Menghinggapi cangkir berisi kopi yang disiapkan istinya sebelum berangkat kerja ke pabrik tekstil.

Layar monetor telah menyala. Halaman Ms-Word sudah siap menampung luncuran kata-kata dari otak kepala Sobrah yang botak. Namun, tidak sepatah kata berhasil dituliskan. Karena tangan Sobrah yang berjemari perempuan itu tidak segera disibukan dengan tut-tut keyboard, melainkan hanya membantai lalat-lalat dengan sapu lidi. Continue reading “LALAT-LALAT BERSAYAP DURI”

MENGHIDUPKAN DUNIA LIAR MIMPI

Rieza Fitramuliawan
http://www.ruangbaca.com/

Hari itu ratusan orang mengantre di toko buku Kinokuniya Singapura. Sekelompok remaja terlihat memakai kostum mirip para tokoh dalam serial The Sandman. Para remaja putri memakai kostum baju kawinan warna hitam dengan rok panjang menjulur ke lantai. Wajah mereka dicat putih. Sementara para remaja pria memakai jubah panjang dan rambut jingkrak dengan muka bermaskara hitam Hajatan apakah yang membetot perhatian ratusan orang bahkan lebih dari seribu orang dalam dua hari pada pertengahan tahun lalu itu? Continue reading “MENGHIDUPKAN DUNIA LIAR MIMPI”

Novel Grafis Tanpa Laporan

Yos Rizal
http://www.ruangbaca.com/

Trilogi Sandhora karya Teguh Santosa bercerita dengan cara yang unik dan penataan panel yang eksperimental.

Sebuah mobil berhenti di depan panti asuhan. Seorang lelaki bersepatu turun dari mobil, berikutnya disusul kaki polos seorang wanita. Wanita itu tak memakai sandal atau sepatu hak tinggi. ?Buruan!? kata sang lelaki. ?Tuan, Tega! Tega!? perempuan berkaki polos itu memprotes. Komikus Wisnoe Lee?di buku berjudul Blacan: Continue reading “Novel Grafis Tanpa Laporan”

Bahasa ยป