Posted by PuJa on September 29, 2010
Marhalim Zaini http://www.riaupos.com/ Ada sajadah panjang terbentang Dari kaki buaian Sampai ke tepi kuburan hamba Kuburan hamba bila mati Masih ingatkah adik-adik dengan cuplikan di atas? Itu baris-baris lirik dari sebuah lagu yang dipopulerkan oleh kelompok musik legendaris, Bimbo, berjudul “Sajadah Panjang.” Tahukah adik-adik, bahwa lirik lagu itu adalah bait pertama (dari 4 bait) puisi [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on
Novel Sastra yang Berkisah Tentang Reinkarnasi Fahmi Alathas http://www.suarakarya-online.com/ Setelah beberapa waktu lalu menerbitkan novel teranyar berjudul “Sintren”. Penulis yang satu ini, kembali membukukan novel terbarunya yang berjudul “Perempuan Mencari Tuhan”. Novel yang pernah dimuat secara bersambung di Harian Umum Republika dalam rentang waktu (2006-2007), sebelum dipublikasikan dalam bentuk buku oleh penerbit media tersebut.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
S Yoga http://www.sinarharapan.co.id/ ”Saksi mata ceritakan kebenaran kepadaku tentang seorang aktivis yang hilang beberapa tahun yang lalu. Jangan takut, identitas akan kami rahasiakan,” rayu seorang wartawan muda pada seorang mantan sipir penjara yang kini kembali ke desanya. Maka malam itu saksi mata menceritakan dengan linangan air mata: ”Sudah kawan, kau tak usah selalu mengeluh, beginilah [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Pameran Tunggal ”Metafor Tubuh” Putu Sutawijaya Wayan Sunarta http://www.sinarharapan.co.id/ Sejumlah tubuh manusia. Tanpa busana. Tanpa Identitas. Tanpa jelas jenis kelaminnya. Berjingkrak. Seperti mabuk. Masing-masing memegang kepala atau tengkuknya, seperti kesurupan, seakan tersiksa atau stres akan suatu kondisi yang dihadapinya. Sementara itu, di atas sejumlah tubuh manusia stres itu, sesosok tubuh terbang melayang, seakan bebas tanpa [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Sri Wintala Achmad http://sanggargununggampingindonesia.blogspot.com/ Di dalam mayasarakat Jawa, Sapar telah dianggap bulan paling selaras untuk melakukan upacara tradisi bersih desa Saparan. Upacara bersih desa tersebut tidak hanya diselenggarakan di beberapa tlatah Ngayogyakarta, seperti di Gamping (Bekakak), Wonolela (Sebaran Apem), atau di Wonokromo (Rebo Pungkasan), melainkan pula di tlatah Jawa Tengah semisal di Pengging, Jatinom-Klaten dll.
Filed under: Canting
Posted by PuJa on
”Sing Penting Ora Srei, Ora Colong Jumput” Prayitno http://www.suaramerdeka.com/ DUA hari pertengahan Januari lalu, warga penganut Saminisme menggelar perhelatan yang boleh dikatakan akbar di Dukuh Kaliyoso, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kudus. ”Timbang Gunem”, sebuah kerja yang relatif besar, bila dilihat jumlah yang datang dan asal mereka. ”Sebagian terutama rumahnya yang jauh sudah pada kembali pagi [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on
Penyair Matang Ditempa Waktu Antonius SP http://www.sinarharapan.co.id/ BANDUNG – Eksistensi seorang penyair ditentukan oleh proses yang dilaluinya seiring dengan perjalanan waktu. Dalam hal ini, Matdon—penyair muda asal Bandung—boleh dibilang telah menjalani proses panjang itu dan berhasil menarik perhatian sejumlah penikmat sastra. Sebagai bukti, ketika ia meluncurkan buku puisi kedua, berjudul Garis Langit, di gedung kesenian [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
M Abdul Rohim http://suaramerdeka.com/ PERBINCANGAN soal perempuan acap meninggalkan kesan manis sekaligus tragis. Manis karena perempuan penuh daya tarik. Tragis karena perempuan sering dilingkupi peristiwa mengenaskan; pemerkosaan, pengerdilan, kekerasan, penganiayaan, hingga komodifikasi. Perempuan dijadikan komoditas, tubuh perempuan diperebutkan. Beberapa figur perempuan diboyong politikus untuk mengikuti pemilihan kepala daerah. Sebagian besar di antara mereka adalah artis. [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on
Matdon http://www.sinarharapan.co.id/ Saudara-saudara, sebangsa dan setanah air, sebenarnya pergerakan ini timbul dari pusat kejadian kejadian sendiri, imperialisme itulah penghasut besar, imperialisme itulah penjahat besar yang menyuruh berontak, karena itu bawalah imperialisme itu ke dalam polisi dan hakim!! *** Kalimat di atas merupakan bagian dari pledoi Soekarno (Presiden Indonesia pertama), di hadapan Majelis Hakim di Pengadilan [...]
Filed under: Esai