Sajak-Sajak Fitri Yani

http://www.lampungpost.com/
Makhluk Ular

“Saat malam tengah purnama kerap kudengar desis, mendekat-menjauh, seperti ajakan ke surga. Di manakah kau bersarang?”

Hitam-putih yang senantiasa sejahtera di kebun kepala, yang memberimu buah-buah ranum, serta tafsir-tafsir lain dari kerimbunan metafor lelarik puisi adalah wujud lain dari sehimpun dosa dan pahala, yang jika kau cermati itulah wujudku. Bersarang di segumpal benda lunak, beranak-pinak, melahirkan generasi-generasi yang belajar menyusup ke benak khusuk para pendoa dan pendosa. Continue reading “Sajak-Sajak Fitri Yani”

“Paralogi”: Satu Residu yang Tersisa

Edy A Effendi
Kompas, 21 Maret 2010

Kenyataan sastra hari ini, mau tak mau, harus dilihat dan dipandang dalam prinsip-prinsip paralogi. Satu prinsip atau kaidah yang mendedahkan keberagaman realitas, unsur-unsur, dan ruang permainan dengan logikanya masing-masing, tanpa harus saling menindas atau mengkerangkeng satu dengan yang lain. Para cerdik pandai melihat realitas ini, ibarat permainan catur. Setiap bidak memiliki rule of game dan kehendak sendiri tanpa harus saling menindas bidak-bidak lain. Dalam paralogi, imajinasi merupakan kekuatan atau daya yang penting. Continue reading ““Paralogi”: Satu Residu yang Tersisa”

Seperti Natnitnole

Benny Arnas
suaramerdeka.com

PESAWAT itu tinggal landas. Menyusur langit yang membentang biru keputihan. Ah, adakah yang peduli dengan apa yang mengeriap dalam diriku? Memang, hidup ini bukan tentang peduli-memeduli. Bukan juga tentang rasa yang makin dibunuh makin menyuluh. Aku tak akan menyeret Yusuf dalam khidmatnya perasaan ini karena laki-laki itu memang tak tampan. Muhammad? O, aku tak mau kualat membawa-bawa suami Khadijah itu; ia hanya lelaki -yang sangat- biasa. Continue reading “Seperti Natnitnole”

Menunggu Kawan

Imam Wahyudi
http://www.lampungpost.com/

AKU sedang menunggu kawan, sementara itu hujan turun dengan lebatnya. Air bagai dimuntahkan dari langit. Jatuh ke bumi, menerpa atap-atap seng dan benda-benda lainnya, menimbulkan suara gemeretak yang memekakan telinga. Sesekali angin berkesiut kencang, menerbangkan sampah-sampah ringan dan ranting-ranting kering. Banyak pula pepohonan, papan reklame, dan tiang-tiang kecil berjatuhan, tersapu gemulai sang angin. Continue reading “Menunggu Kawan”

Bahasa ยป