Proses Menjadi Pemimpin

Aswandi
http://www.pontianakpost.com/

MENJADI pemimpin adalah hak semua orang dan tidak dicanangkan hanya untuk segelintir orang diantara kita; ia tidak dilahirkan, melainkan diciptakan dan diupayakan melalui proses pembelajaran. Jika ada keyakinan atau pendapat yang menyatakan bahwa menjadi pemimpin hanya untuk kalangan terbatas, maka hal tersebut adalah sebuah mitos. Dan mitos tersebut menurut para pakar kepemimpinan adalah mitos yang paling merusak dari segala mitos kepemimpinan lainnya,? dikutip dari Kouzes & Posner (1999) dalam bukunya ?The Leadership Challenge?.Barangkali, karena menolak mitos tersebut, maka akhir-akhir ini, bermunculan calon pemimpin dari berbagai golongan yang ada di tengah masyarakat. Continue reading “Proses Menjadi Pemimpin”

Pentingnya Menyunting Teman di Facebook

Jarot Doso Purwanto *
media.kompasiana.com

“Biarlah mempunyai teman sedikit di Facebook, yang penting benar-benar bermanfaat untuk silaturahmi.” (Ali Audah)

SEJAK Facebook (FB) populer sebagai jejaring pertemanan, istilah menyunting tidak hanya akrab bagi dunia tulis menulis atau produksi film. Dengan caranya sendiri, Facebook membuat kata menyunting atau mengedit menjadi wajar dikaitkan dengan proses menyeleksi teman di jejaring sosial ini. Continue reading “Pentingnya Menyunting Teman di Facebook”

SASTRA DAN BUDAYA SASAK DIBELANTARA MODEREN

Janual Aidi *

“Manusia tidak dipahami melalui eksistensi fisik, secara substansial, melainkan melalui karya dan ciptaannya” (Ernst Cassirer)

Satu kenyataan yang tidak dapat disangkal oleh siapapun juga bahwa sesungguhnya suku Sasak merupakan suku yang kaya akan sastra dan budaya. Sebut saja diantara karya-karya tulis pada zaman dahulu (naskah lama) seperti: Babad Selaparang, Babad Lombok, Babad Praya, Babad Praya (Mengawi), Babad Sakra, Babad Sari Manik, Jatiswara, Silsilah Batu Dendang, Nabi Haparas, Cilinaya, Cupak Gerantang, Doyan Neda, Pengganis, Kertanah, Dajjal dan Kotaragama. Continue reading “SASTRA DAN BUDAYA SASAK DIBELANTARA MODEREN”

MENJAJARKAN PUISI LANDUNG R. SIMATUPANG DAN ASEP SAMBODJA DALAM ENAM BULAN

Cunong Nunuk Suraja
http://lina-kelana.blogspot.com/

Membandingkan jumlah puisi Landung dengan Asep sampai detik September menuju hari Lebaran, Landung hanya setengahnya saja yang terjaring dalam notes di facebook. Bukan berarti Landung tidak produktif tetapi mungkin tidak serajin Asep mengunggah atau up-load puisi di notes facebook. Jika menilik kadar kepekaan atas sentuhan permasalahan sosial keduanya menempati tempat yang sama. Karena ketidak seringan Landung memunggah saja maka jumlah puisi Landung cenderung lebih irit. Continue reading “MENJAJARKAN PUISI LANDUNG R. SIMATUPANG DAN ASEP SAMBODJA DALAM ENAM BULAN”

Bahasa ยป