Pengakuan Buat Pahlawan Fiksi Afrika

Efri Ritonga
http://www.ruangbaca.com/

Chinua Achehe Berjuang memperbaiki nasib negara-negara Afrika lewat karya-karyanya

Di peta fiksi dunia, Afrika adalah sebuah gaung yang menjelajah sampai jauh. Para penulisnya menjadi sosok perkasa yang sejajar dengan mereka yang berasal dari belahan dunia dengan sejuta kemudahan berkarya.

Di antara mereka yang mencorong dari Afrika itu ada Chinua Achebe (baca : Chin-ew-ah A-chay-bay), penulis fiksi asal Nigeria. Selasa dua pekan lalu bertempat di Massey College, Toronto, dewan juri Man Booker International Prize menetapkan penulis senior berusia 76 tahun ini sebagai pemenang penghargaan bergengsi tersebut.

Chinua berhasil mengungguli 14 nomine lainnya yang berasal dari berbagai negara. Mereka adalah Margaret Atwood, John Banville, Peter Carey, Don DeLillo, Carlos Fuentes, Doris Lessing, Ian McEwan, Harry Mulisch, Alice Munro, Michael Ondaatje, Amos Oz, Philip Roth, Salman Rushdie, dan Michel Tournier.

Penulis yang dijuluki ‘bapak penulisan modern Afrika’ ini mendapat hadiah uang sebesar 60 ribu poundsterling (sekitar Rp 1,068 miliar) dan trofi yang akan diberikan pada 28 Juni di Christ Church di Oxford. “Sangat menyenangkan mengetahui teman-teman memperhatikan hasil kerja saya selama 50 tahun terakhir dan menilainya layak mendapat pengakuan penting ini,” kata Chinua.

Penghargaan ini, menurut Dewan Juri, diberikan atas prestasi Chinua di bidang penulisan fiksi sepanjang hidupnya. Chinua terutama dikenal karena novel pertamanya Things Fall Apart yang terbit tahun 1958-dua tahun sebelum kemerdekaan Nigeria dari Inggris. Novel ini terjual lebih dari 10 juta kopi di seluruh dunia serta diterjemahkan ke dalam 50 bahasa.

Things Fall Apart (diterbitkan dalam bahasa Indonesia dengan judul Segalanya Berantakan, oleh Pustaka Sinar Harapan, 1986) bercerita tentang kehidupan pemimpin komunitas suku Igbo di Nigeria, Okonkwo. Ia kuat, berkuasa, dan ambisius. Namun ia hancur karena melawan penjajahan Inggris serta tidak mau beradaptasi dengan perubahan.

Senada dengan karya pertamanya, karya-karya Chinua yang berikutnya juga berputar pada pusaran politik Afrika. Ia banyak melukiskan tentang kehidupan bangsa Afrika dan orang-orang Afrika di negara-negara barat. Juga mengenai kebingungan yang melanda peradaban Afrika sebagai dampak buruk dari penjajahan.

Chinua Achebe lahir di Ogidi, Nigeria, pada 16 November 1930. Dia lalu belajar di Government College di Umuahia dan University College di Ibadan, Nigeria. Di kampus tersebut dia belajar bahasa Inggris, sejarah, dan teologi. Di universitas, Chinua menolak nama Inggrisnya dan memakai nama aslinya.

Tahun 1953 ia memperoleh gelar Bachelor of Art dari London University. Tahun 1954 ia bergabung dengan Nigerian Broadcasting Company di Lagos. Dua tahun kemudian ia belajar penyiaran di British Broadcasting Coorporation di London.

Saat perang saudara pecah di Nigeria tahun 1966, Chinua bekerja sebagai diplomat pada Biafran Government Service tahun 1967-1970. Setelah perang selesai dia ditunjuk menjadi Senior Research Fellow di University of Nigeria, Nsukka, tempat dia sekarang menjadi profesor emeritus dalam studi Bahasa Inggris.

Tidak sebatas di Nigeria, Chinua juga mengajar pada banyak universitas di seluruh dunia. Kini ia menjabat sebagai Charles P Stevenson Jr Professor of Languages and Literature di Bard College, New York State, Annandale.

Sepanjang hidupnya Chinua Achebe telah menulis lebih dari 20 buku, termasuk novel, cerita pendek, esai, dan kumpulan puisi. Kiprahnya di dunia sastra memberinya lebih dari 20 gelar doktor kehormatan dan belasan penghargaan sastra internasional.

Sejak tahun 1990 ia menderita lumpuh pada pinggang karena ditabrak mobil. Kini ia tinggal di New York State, Amerika Serikat bersama istrinya Profesor Christine Chinwe Achebe dan empat orang anaknya.

Sikap kritisnya terhadap pemerintah Nigeria yang dianggapnya tidak mampu memperbaiki keadaan dan mengurangi kemiskinan tidak pernah berubah. Tahun 2004, ia menolak menerima penghargaan kedua tertinggi di Nigeria, the Commander of the Federal Republic. Padahal penghargaan ini akan diserahkan langsung oleh Presiden Nigeria Olusegun Obasanjo. “Nigeria adalah negara gagal,” kata dia.

Banyak penulis Afrika yang terinspirasi dengan karya-karya Chinua. Chimamanda Ngozi Adichie, pemenang penghargaan Orange Prize awal Juni lalu untuk karyanya Half A Yellow Sun adalah salah satu diantaranya. “Dia (Chinua) adalah laki-laki yang menakjubkan. Semua penulis harusnya seperti dia,” tuturnya.

Ketua Dewan Juri, Elaine Showalter, profesor Bahasa Inggris, penulis, dan editor 18 buku mengatakan, Things Fall Apart dan karya fiksi Chinua lainnya membuka gerbang novel modern Afrika. “Dia menyinari jalan bagi penulis di seluruh dunia yang tengah mencari kata dan bentuk baru untuk kenyataan dan masyarakat baru,” ujar dia.

Man Booker International Prize adalah sempalan dari Man Booker Prize. Berbeda dengan induknya yang hanya diperuntukkan bagi pengarang dari Inggris Raya, Irlandia dan negara-negara persemakmuran, nomine Man Booker International Prize berasal dari semua negara.

Perbedaan lainnya, Man Booker berlangsung setiap tahun dan diperuntukkan bagi satu karya tertentu, sedangkan Man Booker International diberikan bagi seorang penulis yang masih hidup atas keseluruhan karyanya. Man Booker International Prize pertama kali diselenggarakan tahun 2005, dengan pemenang Ismail Kadar? dari Albania.

Karya Sepanjang Zaman

Novel
Things Fall Apart 1958
No Longer at Ease 1960
Arrow of God 1964
A Man of the People 1966
Chike and the River 1966
Anthills of the Savannah 1988

Cerita Pendek
The Sacrificial Egg and Other Stories 1962
Civil Peace 1971
Girls at War and Other Stories 1973
African Short Stories (editor, bersama C.L. Innes) 1985
Heinemann Book of Contemporary African Short Stories (editor, bersama C.L. Innes) 1992

Puisi
Beware, Soul-Brother, and Other Poems 1971. Buku ini dipublikasi di Amerika Serikat dengan judul Christmas at Biafra, and Other Poems 1973
Don’t Let Him Die: An Anthology of Memorial Poems for Christopher Okigbo (editor, bersama Dubem Okafor) 1978
Another Africa 1998
Collected Poems 2004

Esai, Kritik, dan Komentar Politik
An Image of Africa: Racism in Conrad’s “Heart of Darkness” 1975
Morning Yet on Creation Day 1975
The Trouble With Nigeria 1984
Hopes and Impediments 1988
Home and Exile 2000

Buku Anak-Anak
Dead Men’s Path 1972
How the Leopard Got His Claws (bersama John Iroaganachi) 1972
The Flute 1975
The Drum 1978

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *