Tag Archives: Agus Sulton

SASTRA DAN KESESATAN

Agus Sulton

Karya sastra secara konvensi bagian seni, berarti karya muncul bagian dari hasil kegelisahan-responsif penulis terhadap kondisi sosial, dan “terkadang” bersifat menghibur. Ilmu sastra, bagian terpisah yang secara nyaman memperbincangkan surplus ragam tekstual kekaryaan dari berbagai aspek sudut pandang kajian. Karya sastra tampil menawarkan berbagai fenomena, isu sosial, kritik, agitasi, propaganda, dan sebagainya. Seringkali penulis pun subjektif memahami bangunan sosial untuk ditorehkan dalam dunia imajinasi, walaupun sesekali menyuguhkan kejadian yang dianggap benar terjadi.

BUDAYA POSTMODERN DAN KAUM MINORITAS

Agus Sulton
Radar Mojokerto 14 Feb 2016

Kehidupan manusia terlahir menyimpan beraneka ragam sosiobudaya yang menyertainya. Tuhan menciptakan manusia dengan bermacam-macam latar dan mengantongi nasib atau takdir yang tidak mudah dibacakan secara nalar walaupun Tuhan juga menciptakan aturan-aturan sepatutnya dilakukan manusia dan tidak dikehendakinya kemungkaran. Hidup bisa dimaknai rangkaian bunga kecil, disebut-sebut makhluk sempurna yang dibekali akal namun lemah tanpa kuasa Tuhan. Jalinan kehidupan merupakan skenario ruang terkecil dari sebuah panggung drama yang sangat renta.

“Surtanah” dan Makna Tradisi Leluhur

Agus Sulton
Radar Mojokerto, 24 Jan 2016

Tradisi leluhur Jawa mempunyai beraneka bentuk dan macam. Struktur kehidupan di masyarakat Jawa adalah sebuh kegiatan prosesi jalinan yang tidak bisa dilepaskan dengan ritual. Kegiatan upacara dilaksanan mulai manusia sebelum dilahirkan sampai manusia sudah berada di alam kubur, semua ada tahap selamatan dan punya harapan sama, yakni agar selalu baik, selamat, dan tetap dalam lindungan Gusti.

MEMPERTANYAKAN PENTINGNYA MANUSKRIP ISLAM KEAGAMAAN

Agus Sulton
Radar Mojokerto, 25 Okt 2015

Manuskrip atau biasa disebut “naskah” adalah benda material berupa tulisan tangan nenek moyang kita yang berusia berpuluh-puluh tahun bahkan ratusan tahun dengan menggunakan bahasa daerah sebagai pengantar atau bahasa Arab. Menuskrip mengenalkan kita tentang adat istiadat, sejarah suatu daerah, pemikiran masa lampau termasuk berbagai bidang ilmu usuluddin, ilmu fiqh,

Berburu Rongsokan: Sebagai Langkah Menyelamatkan Artefak

Agus Sulton

Membicarakan barang rongsokan, yaitu manuskrip atau orang pedesaan menyebutnya sebagai buku kuno pastinya setiap orang mempunyai statemen, setidaknya argumen tekstual tersendiri dalam memperlakukannya. Pihak lain ada substansi otoritas koheren dengan menjadikan manuskrip layaknya benda keramat, seolah-olah terselip teks mantra—yang bahkan bisa juga menjadikan orang impulsifitas; mempraktekkan dan memenuhi sebuah struktur ideal. Discourse masyarakat mengais ide sebagai perpanjangan pertahanan keimanan yang baru dalam kepentingan-kepentingan transendental dan keuniversalan Tuhan, mungkin juga (tentatif).