Puisi-Puisi Ahmad Zaini

http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/
Cicak Bernyanyi

cicak di langit rumah
tersenyum
saat melihat seonggok hati
mengeras
menghitung ketika ia bernyanyi
ya dan tidak

September 2008

Tertawalah

tertawalah selagi bisa tertawa
sebelum sedih menghampiri kita
namun ketika tak ada yang kau tertawakan
menangislah seperti engkau tak bisa tertawa
selamanya

September 2008

Sebongkah Batu

bongkahan batu
menindih tubuh
berat meronta lepas
terbang kitari angkasa luas

bongkahan batu
mengeras
belenggu gerak
tak boleh lepas

September 2008

Sampai Kapan

sampai kapan kita berpisah, sayang
menunggu senja yang tak lagi menjanjikan kebahagiaan

sementara malam berpekat wajah
selalu menumpahkan kemurkaan
setiap kita berpisah

September 2008

Aduhai

Aduhai, manis bayang masa silam
Terlalu sayang jika dilupakan

Aduhai, pahit kurasakan
Masa kini yang kutelan

September 2008

Keindahan Semu

Keindahan semu
Kau gambarkan di alam semesta
Menyimpan kesengsaraan
Dalam hidup

Keindahan dunia terselubung
Menjerumuskan kita
Dalam siksa yang tiada tara

Derita Umat

Matahari sejengkal di atas kepala
Kaki menginjak padang pasir
Panas bergejolak dalam otak
Hingga keringat mengguyur
Menenggelamkan tubuh

Perut lapar dari dhu?afa
Tiada yang dimakan
Melilit perih menekan lambung
Mencekik usus
Hingga tak ada arus

Dahaga bakar kerongkongan
Hangus dalam bejana
Kelemahan
Yang membungkus insan
Penderitaan bagi umat
Yang melarat

23 September 2008

Adzab

Tahukah Engkau adzab?
Orang yang ingkar
Tahu jawabannya

Ingkar perintahNya
Akan tertimpa adzab

23 September 2008

Cahaya Permata

Fajar cerah kemilau
Pancarkan pesona pagi
November
Alunan tangis dari kecemasan
Melengking memecah riuh
Kepanikan

Rautmu lugu
Terkejut dunia baru
Serentak meronta
Bangkit berdiri di tengahnya

Sembilan tahun akan
Menanti cahaya permata
Merias buruk wajah dunia
Yang semakin tua

22 November 2008

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *