http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/
Cicak Bernyanyi
cicak di langit rumah
tersenyum
saat melihat seonggok hati
mengeras
menghitung ketika ia bernyanyi
ya dan tidak
September 2008
Tertawalah
tertawalah selagi bisa tertawa
sebelum sedih menghampiri kita
namun ketika tak ada yang kau tertawakan
menangislah seperti engkau tak bisa tertawa
selamanya
September 2008
Sebongkah Batu
bongkahan batu
menindih tubuh
berat meronta lepas
terbang kitari angkasa luas
bongkahan batu
mengeras
belenggu gerak
tak boleh lepas
September 2008
Sampai Kapan
sampai kapan kita berpisah, sayang
menunggu senja yang tak lagi menjanjikan kebahagiaan
sementara malam berpekat wajah
selalu menumpahkan kemurkaan
setiap kita berpisah
September 2008
Aduhai
Aduhai, manis bayang masa silam
Terlalu sayang jika dilupakan
Aduhai, pahit kurasakan
Masa kini yang kutelan
September 2008
Keindahan Semu
Keindahan semu
Kau gambarkan di alam semesta
Menyimpan kesengsaraan
Dalam hidup
Keindahan dunia terselubung
Menjerumuskan kita
Dalam siksa yang tiada tara
Derita Umat
Matahari sejengkal di atas kepala
Kaki menginjak padang pasir
Panas bergejolak dalam otak
Hingga keringat mengguyur
Menenggelamkan tubuh
Perut lapar dari dhu?afa
Tiada yang dimakan
Melilit perih menekan lambung
Mencekik usus
Hingga tak ada arus
Dahaga bakar kerongkongan
Hangus dalam bejana
Kelemahan
Yang membungkus insan
Penderitaan bagi umat
Yang melarat
23 September 2008
Adzab
Tahukah Engkau adzab?
Orang yang ingkar
Tahu jawabannya
Ingkar perintahNya
Akan tertimpa adzab
23 September 2008
Cahaya Permata
Fajar cerah kemilau
Pancarkan pesona pagi
November
Alunan tangis dari kecemasan
Melengking memecah riuh
Kepanikan
Rautmu lugu
Terkejut dunia baru
Serentak meronta
Bangkit berdiri di tengahnya
Sembilan tahun akan
Menanti cahaya permata
Merias buruk wajah dunia
Yang semakin tua
22 November 2008
