Tag Archives: Ahmad Zaini

Amanat Bunda

Ahmad Zaini
_Radar Bojonegoro, 13 Mei 2012

Tak ada pilihan lain bagi Ila kecuali hanya satu. Dia harus tetap di rumah menjaga adiknya. Dia harus memandikan, mengganti pakaian, menyuapi makan adiknya ketika sudah waktunya makan.

“Glodak!” suara benda jatuh.

Cak Selamet

Ahmad Zaini*
__Radar Bojonegoro, 18 Des 2011

Peluh bercucuran dari wajah keriput menjelang tua. Kedua kakinya tiada henti mengayuh pedal becak yang menjadi temannya setiap hari dalam mengais rezeki. Caping lebar yang terbuat dari anyaman bambu masih melekat di kepalanya. Kemudian dia berhenti pada sebuah warung yang berdiri di pinggir jalan.

Puisi-Puisi Ahmad Zaini

Malam Renungan

Kerlip lilin di hening malammu
menyinar kepak sang merah putih
di tengah renungmu

seulas senyum para pahlawan
hadir di tengah-tengahmu
lalu menetes air mata haru

Hanya Bisa Meratap

Ahmad Zaini*

Di depan rumah, Mbah Sanusi duduk sambil menghisap rokok. Dari mulutnya keluar kepulan asap membumbung menerpa atap rumahnya. Seketika asapnya menghilang bersama hembusan angin yang lewat pada siang hari. Tubuh kurus yang terbalut seragam veteran disandarkan pada kursi goyang peninggalan orang tuanya sewaktu zaman penjajahan. Di sebelah kanan seragam dinasnya tersemat lencana veteran yang dikenakan setiap peringatan hari pahlawan.

KERETA HANTU

Ahmad Zaini*

Tetes-tetes gerimis terlihat kerap meluncur dari atap stasiun tua. Tak tiknya mengetuk hati yang gundah karena sejak lima jam kumenunggu kereta yang tak kunjung tiba. Serangga-serangga malam beterbangan mengitari lampu yang menggantung sendiri. Mereka menari-nari menghibur diriku agar bersabar menunggu hingga kereta datang membawaku pergi dari tempat kuberdiri ini. Suasana sekeliling sepi. Tak tampak lalu lalang orang yang menjemput penumpang di stasiun ini.