Puisi Dan Geguritan Karya Koh Hwat

‘Mbabar Rasa Jawa, Ndhangir Tresna’
krjogja.com

NAMA asli penggurit etnis Tionghoa ini adalah Oei Tjhian Hwat, dan punya nama panggilan akrab Koh Hwat. Ia lahir di Yogyakarta 10 Februari 1952, sehingga Koh Hwat juga punya nama Jawa, Handoyo Wibowo. Kehadiran Koh Hwat di jagad sastra Jawa, khususnya geguritan, cukup menarik perhatian lantaran karya-karyanya banyak mengandung nilai-nilai, ajaran-ajaran dan filosofi-filosofi Jawa. Continue reading “Puisi Dan Geguritan Karya Koh Hwat”

Sastra TV dan Budaya Konsumen

Amien Wangsitalaja
kr.co.id

BULAN-BULAN di sepertigaan awal dan menginjak sepertigaan kedua 2003 adalah bulan-bulan milik Inul. Orang-orang mencoba bergoyang a la Inul atau mencoba menyaingi Inul dengan menawarkan gaya goyang lain (sampai ada goyang satu kaki Uut Permatasari), televisi ramai-ramai menayangkan program bertajuk Inul: ada Inultainment (TPI) Kenapa Harus Inul (SCTV), atau Inul Campursari (TV7), dan mungkin masih banyak lagi. Continue reading “Sastra TV dan Budaya Konsumen”

10 Nopember dan Kekuatan Lokalitas

Sabrank Suparno
Majalah Tebuireng edisi Jan-Feb 2011

1. Sinopsis 10 November

Kesan yang hilang dari peringatan 10 Nopember ialah tidak dijadikannya pemikiran utama bahwa pertempuran sekitar tanggal 10 Nopember 1945 murni didukung kekuatan santri dari ponpes seJawa Timur. Kesan yang justru menebal seolah bahwa pertempuran yang melahirkan hari pahlawan itu murni perjuangan Arek Surobayo (kota). Continue reading “10 Nopember dan Kekuatan Lokalitas”

Bahasa »