Template Afrizal Malna

Ribut Wijoto
Radar Surabaya, 7/11/2010

Dalam beberapa hal, saya adalah penggemar Afrizal Malna. Ketika suatu kali Afrizal bilang bahwa banyak penyair sekarang sebenarnya tidak punya alasan untuk menulis puisi, sungguh, saya terpesona.

Apakah pernyataan itu dilontarkan setelah melalui riset yang panjang, pertimbangan mendalam, atau sekadar ceplosan, saya tidak tahu pasti. Yang pasti, dalam beberapa hari bahkan bulan, pernyataan itu terus terngiang dalam benak saya. Continue reading “Template Afrizal Malna”

Jizhongya

TE. Priyono
kr.co.id

“awan yang terbang, membawa angan angan kita, salju yang turun, menyuburkan tanah harapan kita, lembah Hebei yang subur, tanah kenangan kita, siapa yang pergi kabarkan cerita, kami menjaga tanah kelahiran sampai saatnya buah buah Jizhongya di petik penuhi keranjang di musim panen raya”

BEGITU potongan syair lagu anak-anak yang masih mengental di ingatannya, selalu dilantunkan meskipun dia tidak faham sepenuhnya akan makna syair itu. Continue reading “Jizhongya”

Tarian Hujan

Uniawati
kendaripos.co.id

Hujan pagi ini telah membuat tubuhku beku oleh rasa dingin yang menusuk semua persendian tulangku. Hariku terasa lebih cepat berkurang dengan datangnya titik hujan. Hujan sepertinya mengantarkan vonis itu lebih cepat tiba. Semua jenis obat yang diberikan dokter padaku tidak juga dapat melenyapkan rasa ngilu ini yang rutin membuatku tidak berkutik setiap kali hujan turun. Entah kenapa setiap hujan datang, aku tidak akan pernah bisa menyambutnya dengan bersuka ria. Continue reading “Tarian Hujan”

Partonun

Budi P. Hatees
http://www.sinarharapan.co.id/

Jari-jemari Inang seperti punya mata, meniti di rentangan helai demi helai benang kain tenun berwarna hitam, lalu menyusup untuk mengaitkan benang warna-warni di antara benang-benang itu hingga terbentuk ornamen-ornamen indah. Jari-jemari itu seolah bisa membedakan warna setiap benang yang terserak di sekitarnya, yang diraih Inang tanpa melihatnya. Ada puluhan benang, digulung dalam kertas hingga membentuk bulatan-bulan sebesar kelereng, sehingga gampang keluar-masuk di antara benang-benang yang tipis. Continue reading “Partonun”

Bahasa ยป