Seni Sebagai Ruang Mengabdi

Widya Rumpaka
kendaripos.co.id

PADA zaman yang serba pragmatis ini, masih adakah yang namanya pengabdian? Mengabdi berarti berbuat bukan untuk diri sendiri. Seseorang yang mengabdi, melakukan pengabdian, tidak akan pernah memikirkan apa keuntungan yang bakal diraih, bagi dirinya sendiri, dari perbuatan yang dilakukannya. Dia berbuat sesuatu yang bermanfaat bukan bagi dirinya sendiri, melainkan untuk di luar dirinya. Jiwanya telah terbebas dari pamrih. Continue reading “Seni Sebagai Ruang Mengabdi”

Seni-Budaya di Antara Sejumlah Momen

Ahid Hidayat *

DUA bulan belakangan ini adalah bulan yang penuh momen bagi masyarakat Indonesia, terkhusus masyarakat Sulawesi Tenggara. Di bulan April, selain peringatan Hari Kartini 21 April yang secara resmi setiap tahun diperingati kaum hawa seantero Nusantara, seminggu kemudian adalah hari kematian Chairil Anwar 28 April yang biasa dikenang dengan beragam kegiatan sastra. Satu hari sebelum peringatan meninggalnya Chairil Anwar, masyarakat Sulawesi Tenggara merayakan hari jadi Provinsi ini – tahun ini menginjak usia ke-44. Continue reading “Seni-Budaya di Antara Sejumlah Momen”

Radhar Panca Dahana: Ada Masalah dalam Pola Relasi Kesenian Kita!

Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id

Teaterikalisasi puisi dari buku antologi karya penyair Radhar Panca Dahana yang berjudul Lalu Batu kemarin digulirkan Teater Kosong di Gedung Kesenian Jakarta 10-11 April. Para aktor menyajikan pertunjukan yang ekspresif. Padahal, improvisasi bahasa puisi yang menjadi “bahasa milik aktor” bukan pekerjaan yang mudah. Continue reading “Radhar Panca Dahana: Ada Masalah dalam Pola Relasi Kesenian Kita!”

Gila!

Adji Subela
http://www.sinarharapan.co.id/

Waktu mendengar bahwa pacarnya hendak mengawininya, Sri girang bukan main. Kandungannya sudah berumur tiga bulan dua minggu, perutnya makin buncit dan tetangga sudah menanyakan siapa gerangan bapak si jabang bayi.

Tentu saja ia takkan bilang bahwa bapak janin tak ada, dan itu didapatnya karena ia sudah kebelet untuk dikawini laki-laki, tapi dia sudah tak sabar lagi hingga dia serahkan tubuhnya kepada laki-laki sedapat-dapatnya. ?Dari pada tidak,? tekadnya dalam hati. Continue reading “Gila!”

Bahasa »