Sungai Ayah

Joao Guimaraes Rosa [27 June 1908 – 19 Nov 1967]
http://www.sinarharapan.co.id/hiburan/budaya/2002/074/bud1.html

Ayahku adalah seorang lelaki yang suka bekerja keras dan senang berterus-terang. Menurut beberapa orang yang kutanyai dan bisa dipercaya, ia memiliki sifat-sifat baik itu sejak awal masa dewasanya, bahkan sejak kanak-kanak. Dalam ingatanku dia tak lebih periang atau penyedih dibanding lelaki lain yang kami kenal. Barangkali ia hanya sedikit lebih pendiam. Adalah Ibu, bukan Ayah, yang mengatur jalannya rumah tangga. Ia mengomeli kami setiap hari?adik perempuanku, adik lelakiku dan aku. Namun, pada suatu hari Ayah memesan sebuah perahu dayung. Continue reading “Sungai Ayah”

DEMO

Arie MP Tamba
sinarharapan.co.id

Buruh menginginkan perbaikan upah minimum dan tunjangan lembur. Para mahasiswa menginginkan pergantian penguasa. Para aktivis lingkungan menginginkan pergantian menteri lingkungan hidup yang memiliki visi lingkungan sehat. Para pekerja profesional yang menggelar demonstrasinya di depan Bursa Efek mengharapkan adanya ketegasan pemerintah tentang arah kebijakan ekonomi, tegaknya supremasi hukum, dan “pembersihan” para politikus dari rezim lama. Continue reading “DEMO”

Obama Sang Penyair

Iwan Nurdaya Djafar
http://www.lampungpost.com/

Di zaman lalu
Para raksasa
berjalan di bumi Hitam
Delaney, Douglass, Garvey, King, dan X

[Puisi Obama, Hikayat Orang Kulit Hitam, bait 1]

Obama adalah manusia komplet. Dia adalah Presiden AS, doktor hukum tata negara, dosen, legislator, orator ulung, dan penulis. Bukan itu saja, menggubah puisi pun satu di antara kecakapannya. Tak pelak, dia juga seorang penyair dengan kualitas puisi yang tak memalukan. Saat duduk di bangku SMA, di Akademi Punahou, Honolulu, Hawaii, dia sudah mulai mencipta puisi. Continue reading “Obama Sang Penyair”

Sejenak Keluar dari Formalisme Belajar Sastra

Tri Purna Jaya
http://www.lampungpost.com/

Di salah satu ruang kelas SMA Negeri 1 Gadingrejo, Pringsewu, Jumat (28-10) pagi, duduk bersimpuh di lantai kelas sekelompok anak-anak SMA yang terlihat serius menyimak penjelasan salah seorang seniman Lampung tentang penulisan puisi.

Pertanyaan-pertanyaan kemudian mengalir seiring dengan teracungnya tangan. “Kak, bagaimana cara membuat puisi kita menjadi indah?” Continue reading “Sejenak Keluar dari Formalisme Belajar Sastra”

Sebuah Upaya Mendongkrak Literasi Pelajar

Zulkarnain Zubairi
http://www.lampungpost.com/

(MAHA)SISWA Indonesia adalah generasi yang rabun membaca, pincang menulis! Penyair Taufiq Ismail tentu tidak main-main ketika mengeluarkan pernyataan itu dalam sebuah Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia di FMIPA UPI, Bandung, 25 Oktober lalu. Dia telah melakukan kajian dengan membandingkan jumlah buku sastra yang telah dibaca di 13 negara. Continue reading “Sebuah Upaya Mendongkrak Literasi Pelajar”

Bahasa ยป