Dari Toko Buku Hingga Layar Kaca

F Dewi Ria Utari
http://majalah.tempointeraktif.com/

Chicklit dan teenlit adalah cerita tentang keajaiban di pasar buku. Tentang sebuah novel dengan judul berbahasa Inggris, Nothing But Love?diindonesiakan menjadi Semata Cinta?yang meledak. Novel yang langsung ludes dalam dua minggu setelah dicetak 3000 eksemplar.

Itulah yang terjadi pada Juli 2004. Penyair Sitok Srengenge, pendiri penerbitan KataKita, tertegun, lebih-lebih penulis novel itu adalah putrinya sendiri. Namun, sukses Nothing But Love memantapkan hatinya untuk menerbitkan buku selanjutnya. Teenlit kedua berjudul Conchita, Pembajak Cinta. Bukan karya Laire, putri tunggalnya. Continue reading “Dari Toko Buku Hingga Layar Kaca”

O

Sutan Iwan Soekri Munaf
sinarharapan.co.id

Semenjak krisis moneter itu menerjang negeri ini, runtuhlah satu demi satu bank. Termasuk dua bank tempat Anna dan Iwan bekerja. Mula-mula Anna terpaksa di-putus-hubungan-kerjakan sebagai Kepala Cabang Bank A, karena kantor pusatnya menyalurkan kredit melebihi BMPK (batas maksimal penyaluran kredit) untuk kelompok usaha bank itu.

Dua bulan setelah bank tempat Anna bekerja di-BBO-kan (bank beku operasi), terseret pulalah Bank B tempat Iwan bekerja sebagai trader valas. Bank itu dilikuidasi. Praktis dalam dua bulan, pasangan suami-istri yang tergolong eksekutif muda ini menganggur. Continue reading “O”

Pecundang

Remmy Novaris DM
sinarharapan.co.id

Isu PHK semakin ramai di pabrik dalam beberapa minggu terakhir ini. Isu itu tentu saja membuat semua karyawan yang bekerja di pabrik itu kehilangan semangat bekerja. Mereka hanya duduk-duduk ngobrol atau bermain kartu. Mereka seolah-olah tidak tahu lagi apa yang harus mereka lakukan.

Dan Tarno, salah seorang karyawan yang bekerja di bagian teknik, mengalami hal yang sama seperti karyawan lainnya. Tapi ia kemudian berpikir, bahwa ia tidak dapat terus menerus seperti itu, karena ia punya tanggung jawab keluarga. Ia tentu saja tidak ingin istri dan anak-anaknya terlantar. Continue reading “Pecundang”

Malam Minggu

K. Usman
http://www.sinarharapan.co.id/

Ketika senja secara perlahan menghitam karena digantikan kelam malam, jantungku berdebar kencang. Perasaanku mendadak tidak enak. Tidak nyaman seperti malam-malam sebelumnya. Ketika mendekati komputer untuk menyelesaikan pekerjaan, tanganku gemetar. Ada rasa was-was saat teringat pada istri dan keempat anakku. Mereka sudah enam hari meninggalkan aku, mengunjungi ibuku di kota tambang minyak, Prabumulih, tempatku dibesarkan. Aku terpaksa tinggal di Jakarta karena tidak dapat meninggalkan tugas. Continue reading “Malam Minggu”

Bahasa ยป