Prosa-Prosa Fatah Yasin Noor

Tak Ada Gerhana

Itulah teks yang sarat kandungan sepi yang mencekam. Padahal kami tak punya kecurigaan apa pun pada nasib. Tentu saja masing-masing dari kami sudah punya anak. Mereka senang berlarian di halaman rumah. Apakah kelak mereka akan jadi penyair, misalnya, kami tak tahu. Kami tidak menyerahkannya kepada takdir. Daya dan upaya kami sudah maksimal. Hanya tema-tema kesepian yang sanggup meluluhkan perasaan kami. Continue reading “Prosa-Prosa Fatah Yasin Noor”

POLITIK DALAM NOVEL

HARIMAU! HARIMAU! novel Mochtar Lubis
Penerbit: PT Dunia Pustaka Jaya, Jakarta 1977
Cetakan: Kedua
Gambar Jilid: Popo Iskandar
Tebal : 215 halaman
Peresensi : Abdul Hadi W.M.
http://majalah.tempointeraktif.com/

NOVEL ini termasuk paling banyak dibicarakan di sekitar tahun penerbitan pertamanya (1975) dan mendapatkan pujian, selain beberapa keberatan. Bahkan Yayasan Buku Utama memberikan hadiah pada pengarangnya setelah Harimau! Harimau! terpilih sebagai buku terbaik 1975. Continue reading “POLITIK DALAM NOVEL”

Mochtar Lubis 80 Tahun

H. Rosihan Anwar
gatra.com 15 Maret 2002

WARTAWAN Mochtar Lubis merayakan hari ulang tahun ke-80 di auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, 9 Maret 2002. Selama acara dua jam, saya duduk di sampingnya. Secara fisik, Mochtar Lubis (ML) oke, memang agak kurus dan wajahnya menua. Kalau bicara, suaranya kurang jelas. Dia ketawa-ketawa kecil, tanda dia mengikuti dan memahami sambutan 10 pembicara, dari Jakob Oetama hingga Taufik Abdullah. Tahu-tahu, tangannya mengusut-usut punggung saya sebagai ekspresi kemesraan dan persahabatan. Kadang-kadang pandangannya sayu, memperlihatkan suatu kehampaan, sepertinya dia sendirian terkurung dalam dirinya. Continue reading “Mochtar Lubis 80 Tahun”

Remy Sylado: Apresiasi Puisi Sekedar Basa Basi dan Puisi Sebagai Perkayaan Rohani

Zawawi Se

Yapi Tambayong atau yang lebih kita kenal dengan nama pena Remy Sylado, seorang pemusik, pedrama, dan pelukis, juga seorang sastrawan yang karya-karya novelnya banyak terpajang di etalase-etalase toko buku ternama dan diminati banyak penyuka karya sastra mulai dari Kembang Jepun, Cau Bau Kan, dan yang paling muakhir adalah Diponegoro. Bahkan salah satu novelnya pernah difilmkan oleh seorang sutradara muda Indonesia dengan berbagai prestasi. Continue reading “Remy Sylado: Apresiasi Puisi Sekedar Basa Basi dan Puisi Sebagai Perkayaan Rohani”

Bahasa, Sastra, dan Ancaman Disintegrasi Bangsa

I Nyoman Suaka

Beranda

Bulan bahasa dan sastra yang diperingati setiap bulan Oktober, sebulan penuh, kini tinggal kenangan. Sejak digulirkannya otonomi daerah tahun 1998, praktis kegiatan kebahasaan dan kesusastraan Indonesia mengendur. Semangat berotonomi yang menggebu-gebu, berlomba-lomba memunculkan kearifan lokal, akhirnya menggeser wacana tentang bahasa dan sastra Indonesia. Padahal sejarah membuktikan, bahasa Indonesia termasuk sastranya, telah teruji mampu mempersatukan bangsa ini. Continue reading “Bahasa, Sastra, dan Ancaman Disintegrasi Bangsa”

Bahasa ยป