Menikmati Puisi-puisi dalam Beragam Pertunjukan
Nuryana Asmaudi
http://www.balipost.co.id/
Sebuah acara bertajuk “Malam Musim Semi Puisi” pada Sabtu (18/3) lalu digelar di Wantilan Taman Budaya Denpasar. Ini acara pementasan puisi yang dikemas dalam beragam pertunjukan mulai dari baca puisi, musikalisasi puisi, hingga dramatisasi puisi. Acara ini menarik perhatian khalayak sastra karena memang sudah agak lama tidak digelar acara semacam ini di Denpasar. Ada kerinduan para pecinta sastra, terutama kalangan sekolahan, pada pentas puisi. Continue reading “Menikmati Puisi-puisi dalam Beragam Pertunjukan”
Sajak Pranita Dewi
Republika 6 Juli 2008
SUATU HARI DI SUATU SENJA
: bagi Jengki
Suatu hari
di suatu senja
kau tahu di mana bayang kita
akan tiba
Gagak-gagak melengking pilu
seperti ingin mencari
rumah untuk pulang
istirahat dan tenggelam
pada diri yang asing Continue reading “Sajak Pranita Dewi”
Melalui Sastra, Sejarah Dituturkan
Judul : Emilie Jawa 1904
Penulis : Catherien Van Moppes
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Cetak : Juli 2010
Halaman : 481 halaman
Peresensi : Ni Made Frischa Aswarini
balipost.co.id
SEBUAH novel yang hendak mengungkap realitas sejarah melalui jalinan kisah yang disusun sedemikian kompleks dan imajinatif, haruslah dapat memberi ruang berimbang antara muatan fakta dan cerita yang fiksional. Continue reading “Melalui Sastra, Sejarah Dituturkan”
1975 [Sajak Robin Dos Santos Soares]
Robin Dos Santos Soares
Aku merasa kesepian, kehilangan nalar, suara hati.
Tersesat di hutan-hutan hijau.
Pagi itu 7 Desember 1975, aku berlari melawan arus manusia dan binatang.
Bersembunyi di batu-batu tajam melihat kupu-kupu hitam terbang dengan bom.
Sejarah sedang bergerak dengan genosida.
Ibuku korbankan nyawanya untuk aku:
berlari dan berteriak sampai di ujung dunia. Continue reading “1975 [Sajak Robin Dos Santos Soares]”

