Puisi itu…! Menerjang Pecundang

Sabrank Suparno

Detik detik penutupan serangkaian acara Gebyar Pesta Seni Rakyat Jombang yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jombang (DeKaJo) beserta lembaga terkait di gedung PSBR, dipungkasi dengan pertunjukan Teatrikalisasi-Puisi-Musik persembahan mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Jombang angkatan 2009. Pementasan sesi pertama digelar pukul 15:30 dan pementasan ulang pukul 19:00, dengan 4 judul puisi sekaligus: Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta dan Balada Terbunuhnya Atmo Karpo karya WS. Rendra, Menghisap Kelembak Menyan karya Emha Ainun Nadjib, dan terakhir MAJOI (Malu Aku Jadi Orang Indonesi karya Taufik Ismail). Continue reading “Puisi itu…! Menerjang Pecundang”

Reformasi basa basi bung!

Heri Latief
http://pembebasan-sastra.blogspot.com/

seorang teman fb namanya filep mambor, asalnya dari papua, ia bilang gini: “jadi rindu 12 tahun silam. di jalanan berdemo ria tanpa pesanan sponsor tanpa iming2 amplop cumak inginkan supaya keadaan bisa jadi lebih baik, lebih demokratis. gak taunya malah seperti ini: “reformasi mandul”. Continue reading “Reformasi basa basi bung!”

Nae

Miftah Fadhli
http://www.surabayapost.co.id/

Gerimis itu akhirnya datang juga. Gemilat kilat memancar di langit hitam. Sesaat, pandanganku terpaku pada sosok bayangan yang berkelebat di seberang sana. Menjadi tidak jelas karena interval gerimis yang rapat.

Perlahan ia membuka kaosnya. Kaos putih yang kulihat paling terang sore tadi. Aku bisa melihat gerak meliuk rambutnya yang sengaja dikibas-kibas. Tubuhnya pecah-pecah sebab kaca jendela keruh akibat gerimis yang telah berubah jadi hujan deras. Continue reading “Nae”

Bahasa »